Pembicara, Pelaku dan Pengamat JUALAN di INTERNET

Memberikan Seminar Training Pelatihan Workshop Internet Marketing, BlogPreneurship BlogShop UKM GoesOnline

BAB III Metode Penelitian 3.1 Definisi Operasional

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

BAB III

Metode Penelitian

3.1       Definisi Operasional

Definisi operasional adalah merupakan unsure penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel.definisi operasional bersisi indicator dari suatu variable,dimana memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang memiliki relevansi dengan variabel tersebut.

1. Variabel terikat adalah Kinerja karyawan (Y)

Ada tiga kriteria untuk mengukur Kinerja karyawan,yaitu:

1. Kualitas pekerjaan,yaitu mulai dari hasil kerja karyawan dalam waktu tertentu sesuai dengan standart kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan .

indikatornya adalah ketelitian,akurasi,kerapian,kebersihan dan kesehatan.

2. Kuantitas pekerjaan,yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan oleh karyawan dalam waktu tertentu,dan sesuai dengan jumlah standart yang ditetapkan perusahaan.indikatornya adalah sesuai dengan jumlah pekerjaan yang ditargetkan oleh perusahaan.

3. Ketepatan waktu,yaitu ketepatan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu sesuai dengan standart waktu yang telah deitentukan oleh perusahaan.indikatornya adalah tepat waktu,lebih cepat dan atau terlambat.

2. Variabel Bebas adalah gaya kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2)

Variabel ini merupakan variabel yang mengaktifkan variabel masukan.Variabel independent adalah fakta yang diukur dan diolah oleh peneliti untuk menentukan hubungan dengan gejala yang diteliti.Variabel independen dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan yang meliputi gaya Otoriter ,demokratis dan bebas serta kompensasi berupa tunjangan kondisi kerja.alat untuk mengukur gaya kepemimpinan tersebut,digunakan kuisioner yang hasilnya akan menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Gaya otoriter diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung tinggi.
  2. Gaya demokratis diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung biasa.
  3. Gaya bebas diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung rendah.

Kompensasi berupa Tunjangan diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung tinggi.

Berikut ini adalah indikator-indikator untuk gaya kepemimpinan dan kompensasi tersebut diatas:

A. Gaya Kepemimpinan Otoriter

  1. Penonjolan diri yang berlebih.
  2. Tidak dapat menerima adanya orang lain.
  3. ”Gila kehormatan”
  4. Menentukan dan menerapkan disiplin organisasi yang keras dan menjalankan dengan sikap yang kaku.
  5. Dasar ketaatan para bawahan bukan kesadaran,melainkan ketakutan.

B. Gaya kepemimpinan Demokratis

  1. Mengakui harkat dan martabat manusia.
  2. Menerima pendapat yang mengatakan bahwa sumber daya manusia merupakan unsur ang paling strategik dalam organisasi.
  3. Para bawahannya adalah insan dengan jati diri yang khas.
  4. Pemimpin yang demokratik tangguh membaca situasi.
  5. Gaya kepemimpinan yang demokratik rela dan mau melimpahkan wewenang pengambilan keputusan kepada para bawahannya.
  6. Mendorong para bawahan mengembangkan kreativitasnya.
  7. Pemimpin yang demokratik bersifat mendididk dan membina.

C. Gaya kepemimpinan bebas

  1. Santai pemimpin tipe ini tidak memiliki ”sense of crisis”.
  2. Tidak senang mengambil resiko dan lebih cenderung pada upaya mempertahankan status Quo.
  3. Melimpahkan wewenang kepada para bawahan.
  4. Enggan mengenakan sanksi dan senang mengobral pujian.
  5. Memperlakukan bawahan sebagai rekan.

3.2       Ruang lingkup Penelitian

  1. 1. Penentuan Lokasi

Di Pemerintah kota batu khususnya Sekretariat Daerah Kota Batu diharapkan dapat memacu Produktivitas kerja PNS dan mampu Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia itu sendiri yng sudah berdiri sebagai Daerah otonom sejak 17 Oktober 2001 melakukan aktivitasnya. Penulis ingin mengetahui sejauh mana  kinerja PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu dilihat dari pengaruh kepemimpinan dan Kompensasi yang Diberikan oleh Walikota Batu.

3.3       Populasi dan Sampel

Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun pengukuran. Kuantitatif dan kualitataif dari pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap dan jelas. Pengertian lain mengatakan bahwa populasi adalah sekelompok subyek , baik manusia, gejala, nilai test, benda-benda ataupun peristiwa. Sejalan dengan pengertian diatas maka ditentukan bahwa populasi dari penelitian ini adalah PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu sebanyak 34 orang yang menerima Tunjangan Kondisi Kerja Sesuai Peraturan Walikota Batu No 8 Tahun 2008 Oleh Walikota Batu Eddy Rumpoko dalam penelitian ini akan diambil sebanyak 34 responden sebagai sampel, yang diambil secara sensus.

N JUMLAH ORANG
Sekretaris daerah 1
Asisten pemerintahan dan pembangunan 1
Asisten administrasi umum 1
Kepala bagian keuangan 1
Staf bagian keuangan 26
Bendahara sekretariat daerah 4
Total 34

3.4       Data dan Sumber data

Data yang diperlukan untuk menjawab rumusan masalah yang ada adalah dat primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya,data itu berupa PNS Sekretariat Daerah Kota Batu.

3.5       Teknik Pengumpulan data

Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan teknik sebagai berikut :

  1. Wawancara, yakni dengan melakukan dialog atau tanya jawab langsung dengan   PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu.
  2. Angket, yakni dengan menyampaikan sejumlah pernyataan tertulis dan juga mendapatkan tanggapan secara tertulis dari PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu tentang semua variabel dan indikator penelitian.
  3. Observasi, yakni dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan kepemimpinan yang meliputi kegiatan pengambilan keputusan, pemberian motivasi kepada bawahan dan pengendalian serta penyelesaiaan tugas dan pembinaan hubungan antar anggota organisasi atau bawahan dan atasan responden serta kinerja PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu Di Sekretariat Daerah Kota Batu.
  4. Dokumentasi, Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai struktur organisasi, jumlah PNS, perangkat-perangkat teknis, program-program pengembangan, laporan realisasi kerja dan hal lain yang menyangkut kinerja dan dokumen-dokumen tertulis atau rekaman.

3.6       Tehnik Pengukuran Data

Dalam penelitian ini  akan digunakan skala Likert. Skala Likert digunakan secara luas yang mengharuskan responden untk menunjukkan derajat setuju atau tidak setuju kepada setiap pernyataan yang berkaitan dengan obyek yang dinilai. Skala Likert yang digunakan adalah dengan nilai skor 5 untuk jawaban A (selalu), skor 4 untuk jawaban B (sering), skor 3 untuk jawaban C (terkadang), skor 2 untuk jawaban D (pernah) dan skor 1 untuk jawaban E (tidak pernah). Dalam penelitian ini, pada setiap butir pertanyaan semakin tinggi skor jawaban maka cenderung mengarah ke gaya kepemimpinan bebas.

3.7 Validitas dan Reliabilitas

Uji validasi dan rehabilitas harus dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat signifikan dari hasil pengolahan data yang dilakukan.

  1. 1. Validitas

Intrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa saja yang hendak diukur. Langkah awal yang akan dilakukan adalah menguji validitas item pertanyaan. Sebuah item dikatakan valid apabila jika mempunyai dukungan yang kuat terhadap skor total, dengan kata lain sebuah item pertanyaan dikatakan mempunyai validitas jika memiliki tingkat korelasi yang tinggi terhadap skor total item. Dua syarat yang harus dipenuhi agar sebuah butir pertanyaan dikatakan valid, yaitu:

  1. Arah korelasi harus positif. Ini berarti r bt (nilai korelasi yang akan digunakan untuk mengukur validitas) harus lebih besar r tabel.
  2. Korelasi harus kuat dan peluang kesalahan tidak terlalu besar (menurut teori maksimal 5% dalam uji pertama)

Koefisiensi korelasi meerupakan ukuran kekuatan hubungan antar dua variabel, yang dinotasikan dengan r. Besar koefisiensi korelasi berkisar antara 0 hingga 1 (-1 ≤ r ≥ 1). Koefisien korelasi negatif menggambarkan hubungan kedua variabel tersebut berbanding terbalik, artinya jika, katakanlah x berkorelasi negatif dengan y, maka jika x mengalami kenaikan maka y akan mengalami penurunan.

Besarnya koefisien korelasi product moment antara variabel x dan y dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

r =

Dimana:

X = skor pernyataan ke i (1,2,3,…..,i)

Y= skor total

n= banyaknya data

sumber: Husein Umar (2003;190)

  1. 2. Reliabilitas

Intrument yang reliabel berarti instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama, Reliabilitas berhubungan dengan kepercayaan terhadap alat test. Syarat keandalan tersebut suatu intrument menuntut kemantapan, ke ”ajeg”an atau kestabilan antara hasil pengamatan dengan instrument. Mencari reliabilitas instrument yang skornya bukan 0-1, tetapi merupakan rentangan antara beberapa nilai dapat menggunakan rumus Cronbacch’s Alpha, yaitu

Dimana:

r                        = reliabilitas instrumen

k                        = banyaknya butir pertanyaan

o                       = varians total

∑                       = jumlah varians butir

sumber: Husein Umar (2003:207)

3.8       Metode Analisa

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif.

  1. 1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif (statistik deskriptif) adlah statistik yang berfungsi untuk mendeskriptifkan atau memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

Dalam penelitian ini analisis deskriptif untuk mengetahjui kecenderungan gaya kepemimpinan manakah yang diaplikasikan oleh para pimpinan di PNS Sekretariat kota Batu. Analisis ini menggunakan distribusi frekuensi.

  1. 2. Analisis Kuantitatif

Teknik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Regresi bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara satu variabel terhadap variabel lain. Regresi yang memiliki satu variabel dependen dan satu variabel independen disebut regresi sederhana. Modal persamaannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Y =  +  X

Dimana:

Y = varibel dependen (variabel terikat)

= konstanta

= koefisien variabel independen

X = variabel independen (variabel bebas)

DAFTAR  KEPUSTAKAAN

Hersey,P. and Blanchard K, 1995, Management of Organization Behaviour,Diterjemahkan Oleh Agus Dharma, Edisi IV,Jakarta,Penerbit Erlangga.

Mursi Abdul Hamid,1997,SDM yang produktif pendekatan al-qur’an & sains.GIP,Jakarta.

Husein Umar, 1998. Riset Sumberdaya Manusia Dalam Organisasi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Simamora Henry, 2004. Manajemen Sumberdaya Manusia Edisi III   STIE YKPN Yogyakarta

.

Malayu S.P. Hasibuan, 1997. Manajemen Sumberdaya Manusia. PT. Toko Gunung Agung, Jakarta.

Stephen P.Robbins, 1996. Perilaku Organisasi. Jilid 1 Edisi Bahasa Indonesia. PT. Prenhalindo Jakarta.

Indrio Gitosudarmo dan I Nyoman Sudita, 1997. Perilaku Keorganisasian, edisi pertama. BPFE Yogyakarta

Fred Luthans. 1995. Organizational Behavior. Edisi 7 Mc Graw Hill International Edition Singapore.

Mejia, Gomez Luis R. Balkin, David.B. Cardy, Robert L ( 2001 ) Managing Human

Resources, 3 edition, Prentice Hall, Inc, New Jersey.

Stephen P. Robbins dan Mary Coulter. 1999. Manajemen. Sixth editions.  PT. Prenhellindo Jakarta.

Gary A. Yukl. 1998. Kepemimpinan Dalam Organisasi. Edisi Bahasa Indonesia. PT. Prenhalindo Jakarta 

Drs. John Soeprihanto, M.I.M. 1999. Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karyawan. BPFE Yogyakarta

Prawirosentono, S  , 1999 ,Kebijakan  Kinerja Karyawan,  Edisi  Pertama, Yogyakarta,BPFE.

Nawawi,hadari dan M.Martini Hadari,2004,kepemimpinan yang efektif,UGM Press,Yogyakarta.

Nugroho,Bhuono Agung,2005 Strategi Jitu,Memilih Metode Statistic Penelitian Dengan Spss,Penerbit Andi,Yogyakarta.

Flippo, Edwin,B ( 1987 ), Personal management,Mc Graw Hill Inc

Dessler, Garry ( 1998 ) Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi Bahasa Indonesia,

PT. Prenhallindo, Jakarta.

Suparwati, ( 1999 ) , Pengaruh factor – factor kompensasi terhadap kinerja Dosen,

studi terhadap Dosen Administrasi Niaga pada PTS di Kodya Surabaya. Tesis,

Pasca sarjana universitas Brawijaya Malang.

Notoatmodjo, Soekidjo ( 1998 ) Pengembangan Sumber Daya  Manusia , Rineka

Cipta, Jakarta

Handoko, T. Tani ( 2000 ), Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia,

cetakan ke empat belas, BPFE, Yogjakarta.

Handoko.T.hani,1997,Manajemen Personalia Dan Sumberdaya Manusia,edisi kedua.yokyakarta,BPFE.
shareSocial Bookmarking

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>