Pembicara, Pelaku dan Pengamat JUALAN di INTERNET

Memberikan Seminar Training Pelatihan Workshop Internet Marketing, BlogPreneurship BlogShop UKM GoesOnline

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PNS SEKRETARIAT DAERAH KOTA BATU

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

PROPOSAL

1.1        Latar Belakang Masalah.

Adanya Otonomi Daerah mendorong daerah daerah muda otonom hasil pemekaran untuk berbenah diri mengejar ketinggalan pembangunan, salah satunya adalah sumberdaya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi karena sumberdaya manusia sangat mempengaruhi efesiensi dan efektifitas dalam usaha untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi pemerintahan. Efektifitas pengelolaan dan pendayagunaan sumberdaya yang dimiliki organisasi, tergantung dari kemampuan organisasi dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya tersebut. Sumberdaya manusia juga sangat menentukan tingkat keunggulan bersaing suatu  organisasi dengan organisasi lainnya.

Pada hakekatnya MSDM merupakan suatu upaya pengintegrasian kebutuhan personil dengan tujuan organisasi, agar individu dapat memuaskan kebutuhannya sendiri walaupun bekerja untuk tujuan organisasi. Saat ini pengakuan terhadap manusia senantiasa mempunyai kedudukan yang semakin penting. Meskipun berada, atau sedang menuju dalam masyarakat yang berorientasi kerja, yang memandang kerja suatu yang mulia tanpa mengabaikan manusia yang melakukan pekerjaan tersebut.

Manusia sebagai anggota organisasi dalam melakukan proses pekerjaan akan sangat dipengaruhi oleh kepribadian yang berbeda-beda, misalnya sifat, sikap, nilai-nilai, keinginan dan minat dan itu akan berpengaruh pada gaya kepemimpinanya juga pada kinerja.

Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku konsisten yang diterapkan pemimpin  dengan  melalui orang lain, yaitu  pola perilaku yang diperlihatkan pimpinan pada saat mempengaruhi orang lain,  seperti dipersepsikan orang lain.  Gaya bukanlah  soal  bagaimana  pendapat pemimpin  tentang  perilaku  mereka sendiri dalam

memimpin, tetapi bagaimana persepsi orang lain, terutama bawahannya, tentang perilaku pemimpinnya (Hersey dan Blanchard,1995 ;P.113).

Melalui gaya kepemimpinan yang dimiliki seorang pemimpin, ia akan mentranfer beberapa nilai seperti penekanan kelompok, dukungan dari orang-orang/karyawan, toleransi terhadap resiko, kriteria pengupahan dan sebagainya. Pada sisi lain, pegawai akan membentuk suatu persepsi subyektif mengenai dasar – dasar nilai yang ada dalam organisasi sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan pimpinan melalui gaya kepemimpinan.

Untuk menyeleraskan antara nilai-nilai individu dan nilai-nilai perusahaan dibutuhkan suatu proses yang disebut sosialisasi. Proses sosialisasi akan sempurna jika pegawai baru merasa senang pada pekerjaan dan organisasinya. Pendatang baru merasa diterima oleh rekan kerjanya sebagai orang yang dipercayai dan memiliki nilai-nilai, menimbulkan rasa percaya diri bahwa dia mampu mengerjakan pekerjaan secara sukses memahami sistem yang ada, tidak hanya yang berkaitan dengan tugas-tugasnya saja, tetapi juga dengan peraturan yang ada.

Gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan  sangat mempengaruhi kondisi kerja, dimana akan berhubungan dengan bagaimana karyawan menerima suatu gaya kepemimpinan, senang atau tidak, suka atau tidak. Di satu sisi gaya kepemimpinan tertentu dapat menyebabkan peningkatan kinerja,sedangkan sebaliknya disisi lain dapat menyebabkan penurunan kinerja.

Salah satu cara untuk mendapatkan sumberdaya yang berkualitas adalah melalui penerapan sistem kompensasi yang tepat pada perusahaan.  Hal ini didasarkan masih berlakunya anggapan masyarakat bahwa besarnya imbalan yang berupa uang masih merupakan faktor  penting yang mendasari seseorang untuk bekerja.  Jadi tendensi utama bagi seseorang dalam memutuskan untuk bergabung atau tidak dengan perusahaan adalah sejauh mana sistem kompensasi pada perusahaan tersebut mampu memberikan imbalan yang layak bagi mereka.

Penerapan kompensasi mempunyai tujuan untuk memikat, merekrut, mempertahankan dan memotivasi Pegawai Negeri Sipil potensial agar lebih bersemangat dalam bekerja.  Desain sistem kompensasi yang tepat juga akan memunculkan interest individu karyawan dan mengintegrasikannya kedalam strategi-strategi organisasi, sehingga menumbuhkan kinerja organisasi yang tinggi.

Pada sebuah organisasi pemerintahan, sangat membutuhkan sumberdaya yang berkualitas dan mempunyai tingkat inisiatif serta kapabilitas yang tinggi. Untuk mendapatkan keunggulan , perusahaan memerlukan karyawan yang berkualitas dan mempunyai keahlian yang tinggi. Selain itu perusahaan harus mampu menumbuhkan motivasi dan meningkatkan  kinerja karyawan yang ada untuk memenangkan persaingan dalam memajukan organisasi.

Ditinjau dari sisi kewajiban pemerintah  terhadap hak-hak PNS, pemberian kompensasi merupakan hak yang wajib diberikan .Sesuai dengan prinsip keadilan dalam hukum Islam diantaranya disebutkan dalam hadits; “Berikanlah upah seorang buruh sebelum mengering keringatnya”. (HR. Ibnu Majah).  Dan juga ”Seorang mendapatkan tunjangan sesuai dengan pengorbanannya, seseorang mendapatkan tunjangan sesuai dengan  kebutuhannya”. (HR. Ahmad).

Prinsip-prinsip keseimbangan diatas memberikan statement bahwa upah adalah harga atau nilai dari kerja.  Sehingga karyawan berhak untuk mendapatkannya secara adil berdasarkan kemampuan, keahliannya dan kualitas kerja mereka tanpa penundaan dan pengurangan.

Dalam kaitannya dengan pemberian kompensasi kepada karyawan, secara umum jelas sistem kompensasi standart belum bisa dikatakan layak untuk suatu kerja yang membutuhkan tingkat kapabilitas yang sangat tinggi.

Memang sejauh ini belum ada sistem kompensasi terbaik yang bisa berlaku  Suatu organisasi menggunakan cara yang berbeda dengan perusahaan lain, dan satu kelompok menggunakan cara yang berbeda dengan kelompok lainnya. Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor keuntungan (advantage) dan kerugian (disadvantage) yang berbeda pada setiap perusahaan.  Dengan demikian hanya terdapat sejumlah determinan yang mempengaruhi perusahaan dalam menyusun konsiderasi umum (general consideration).Hal ini terjadi pada pemerintah kota batu dimana terjadi pergantian kepemimpinan walikota batu masa bakti 2007-2013 yang tentunya dengan style yang berbeda dari kepemimpinan sebelumnya dimana di masa 4 bulan kepemimpinan telah mengeluarkan kebijakan peraturan walikota pemberian tunjangan kerja bagi pegawainya dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai negeri. Kenyataan menunjukan bahwa kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kota Batu belum sepenuhnya memenuhi harapan sesuai standar kinerja yang ditetapkan berdasarkan misi organisasi yaitu memberikan pelayanan yang cepat dan sebaik – baiknya kepada masyarakat.

Dan berdasarkan kondisi diatas  maka penelitian ini diberi judul Pengaruh Kepemimpinan dan kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Penelitian ingin dilakukan pada Sekretariat Daerah Kota Batu karena ditemukan adanya indikasi absensi dan ketepatan waktu pengerjaan tugas yang sangat berkurang hal ini dapat diketahui dari daftar absensi setiap hari dan tanggungan pekerjaan yang belum terselesaikan serta dari Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS sebagai berikut:

TAHUN 2006 TAHUN 2007
ABSENSI 60 % ABSENSI 60 %
TANGGUNGAN PEKERJAAN 60 % TANGGUNGAN PEKERJAAN 60 %

Dari data tersebut diatas maka tulisan ini mencoba untuk menemukan pengaruh antara kepemimpinan dan kompensasi mampu berpengaruh meningkatkan Kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu.

1.2 Perumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan diatas maka dapatlah dirumuskan masalah utama yang terkait dalam tulisan ini, sebagai berikut :

  1. Bagaimana gambaran kepemimpinan,kompensasi serta kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu?.
  2. Apakah kepemimpinan dan Kompensasi dapat berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu?.
  3. Diantara kepemimpinan dan kompensasi manakah yang paling berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu?.

1.3 Batasan Masalah

Gaya Kepemimpinan yang dipraktekkan di Sekretariat Daerah Kota Batu khususnya Walikota Batu patut diduga  adalah menggunakan  Teori Kepemimpinan Contingency merupakan teori – teori kepemimpinan yang menjelaskan efektifitas kepemimpinan dalam hubungannya dengan variabel – variabel moderator situasional ( Yulk, 1998:P.162 ) menurut lebih lanjut Yulk mengemukakan teori kepemimpinan contingency ( Teori Reddin`s ) Teori ini dikenal dengan istilah “Reddins Tree Dimensional Of Leadership Effective”., Gaya yang efektif menurut Reddin ada  empat yakni :

  • 1. Executive.  Gaya ini banyak memberikan perhatian pada tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerja.
  • 2. Developer;  Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum  terhadap hubungan kerja, dan perhatian yang minimum  terhadap tugas-tugas pekerjaan
  • 3. Benevolent autocrat;  Gaya ini memberikan perhatian  yang maksimum terhadap tugas dan perhatian yang minimum terhadap hubungan nkerja.
  • 4. Birokrat; Gaya ini memberikan perhatian yang minimum terhadap baik tugas maupun hubungan kerja.

Untuk itu Walikota Batu mencoba meningkatkan kinerja PNS dengan cara mengeluarkan kebijakan Peraturan walikota mengenai Tunjangan Kerja yaitu adanya pay insentif yaitu program yang didesain untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi Mejia (2001:324),tambahan – tambahan imbalan atau tambahan kompensasi yang diterima oleh pegawai sebagai hasil dari prestasi yang melebihi standar. Tujuan mendasar dari program insentif ( Incentive plan ) adalah meningkatkan produktifitas para pegawai guna mencapai suatu keunggulan kompetitif.

Diharapkan adanya kepemimpinan birokrat dan kompensasi Menurut Swasto (1996:30) ada beberapa cara untuk mengukur kinerja secara umum,yang ada akan meningkatkan kinerja PNS dengan indikator :

  1. Quality , merupakan tingkat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan yang diharapkan.
  2. Quantity, merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit, jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan.
  3. Ketepatan waktu masuk bekerja.

Adapun batasan responden hanya pada lingkungan sekretariat daerah kota batu sebanyak 36 responden PNS.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penilitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui gambaran kepemimpinan,kompensasi serta kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu
  2. Untuk mengetahui apakah kepemimpinan dan Kompensasi dapat berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu.
  3. Untuk menjelaskan diantara kepemimpinan dan kompensasi manakah yang paling berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu

1.5 Manfaat Penelitian

  1. Penelitian ini diharapkan nantinya bisa memberikan masukan informatif tentang      kepemimpinan dan kompensasi dalam kaitannya dengan  Motivasi kinerja PNS.
  2. Diharapkan juga dapat memberikan masukan kepada organisasi pemerintahan khususnya Sekretariat Daerah Kota Batu untuk lebih memahami kepemimpinan dalam tugas dan pekerjaan.

3.  Selanjutnya penelitian ini diharapkan juga memberikan kontribusi bagi Pimpinan Satuan kerja Perangkat Daerah Kota Batu dalam melaksanakan Tugas Negara.
shareSocial Bookmarking

Satu Tanggapan ke “PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PNS SEKRETARIAT DAERAH KOTA BATU”

  1. dedi handika berkata

    saya mencari solusi untuk judul skripsi saya untuk jurusan ” ilmu pemerintahan ” mohon bantuannya…..

    Jawaban dari PEMBICARA Internet Marketing yang Benar dan Bijak
    Masukan kami “Perubahan Pelayanan Setelah Penerapan ISO 9001 : 2008″ semoga sukses dan lancar.

    Agus Setiyawan, http://piranhamas.wordpress.com
    Call Me Please 24 Hours Nonstop 081 333 841183 (Simpati), 0817 537894 (XL), 0341 5455330 (Flexi)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>