Pembicara, Pelaku dan Pengamat JUALAN di INTERNET

Memberikan Seminar Training Pelatihan Workshop Internet Marketing, BlogPreneurship BlogShop UKM GoesOnline

TERAPI CAIRAN RUMATAN PADA BAYI DAN ANAK

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

TERAPI CAIRAN RUMATAN PADA BAYI DAN ANAK

1. Pendahuluan.

Pemberian terapi cairan rumatan pada bayi dan anak hampir secara rutin dilakukan baik di bangsal perawatan anak maupun di bangsal perawatan ICU. Namun masih banyak hal yang kurang mendapat perhatian dalam pelaksanaan pemberiannya sehingga hasil yang didapat kurang memuaskan bahkan kadang-kadang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dari pemberian cairan rumatan.

Prinsip dari terapi cairan rumatan adalah “ memberikan terapi cairan yang tepat pada kondisi klinis yang tepat”.

Pengetahuan mengenai fisiologi cairan tubuh sangat penting agar dapat menilai perubahan-perubahannya yang mungkin mengganggu dan menyebabkan gejala-gejala penyakit.

Tata cara penanggulangannya berhubungan erat pula  dengan fisiologi keseimbangangan air dan elektrolit, serta perkembangannya sehubungan dengan tumbuh kembang bayi dan anak.

2. Jumlah air di dalam tubuh ( % BB )

Intra Uterin Ekstra uterin
Bulan Saat lahir Bulan Tahun
3 5 0 0 – 1 1 – 12 1 – 12 > 12
94 80 78 75 65 65 60

Air di dalam tubuh terdapat di dalam ruangan intraseluler dan ekstraseluler

3. Distribusi air dalam tubuh ( % BB)

intrauterin Ekstrauterin
5 bulan Saat lahir Bulan Tahun
0 – 1 1 – 12 1 – 12
Intraseluler 25 33 45 45 45
Ekstraseluler 60 45 30 25 20

Bila dilihat distribusi yang lebih lanjut, sebagai berikut :

Komposisi elektrolit dalam cairan tubuh terlihat sebagai berikut :

Jenis Na+ K+ Ca++ Mg++ H2CO3 Cl HPO4- SO4- HCO3- As.org Prot
Plasma 142 4.5 5 3 1.4 103 2 1 27 5.5 16
Ekstraseluler 140 4.5 3.5 3 1.4 114 2 1 27 5.5 1.5
Intraseluler 15 157 5 27 1.4 4 100 18 10 - 72

Sedangkan input cairan berasal dari :

Oral                  : minuman         50 %

Makanan         15 %

Metabolisme                              15 %

Output berasal dari :

Urin                                          50 %

Kulit                                          30 %

Pori                                           15 %

Tinja                                         5   %

Gangguan keseimbangan cairan pada anak relatif sangat mudah terjadi

Hal in disebabkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. luas permukaan tubuh anak relatif lebih luas dibandingkan orang dewasa.
  2. jumlah air tubuh total dibandingkan dengan berat badan relatif lebih besar dari         orang dewasa.
  3. kebutuhan dan pertukaran air perhari pada bayi lebih besar dibandingkan dengan dewasa.
  4. distribusi cairan pada bayi dan anak berbeda dengan dewasa.
  5. fungsi hemostasis bayi dan anak relatif belum sempurna dibanding dewasa.

Oleh karenanya tujuan utama pemberian cairan dan elektrolit yang rasional adalah sangat dibutuhkan untuk menciptakan seoptimal mungkin milieu intrieur yang seimbang, terutama yang menyangkut  :

-          Keseimbangan cairan tubuh

-          Keseimbangan elektrolit tubuh

-          Keseimbangan asam basa

-          Osmalaritas tubuh

Pemberian cairan pada bayi dan anak bertujuan sebagai :

  1. cairan resusitasi atau pengganti
  2. cairan rumatan

4. Cairan resusitasi

Cairan yang digunakan

KRISTALOID KOLOID
NS

 

NaCl 3 %

RL

Asering

Plasma dan komponennya :

 

- FFP

- Albumin

- Plasmanate

Darah

Pengganti plasma :

- Otsutran

- Hestastarch

Keuntungan Keuntungan
-          meningkatkan volume darah

 

-          mengganti cairan ekstraseluler yang hilang

-          mengurangi viskositas darah

-          menginduksi diuresis

-          mudah didapat

-          relatif lebih murah

-          dengan volume sedikit diperoleh peningkatan cairan intravaskuler yang besar

 

-          lebih lama bertahan di intravaskuler

-          jarang menimbulkan edema paru

5. Cairan rumatan : mempertahankan kebutuhan cairan dan elektrolit

Sebaiknya direncanakan terlebih dahulu mengenai :

  1. jumlah cairan dan elektrolit yang dipakai
  2. jenis / komposisi cairan
  3. kecepatan pemberian cairan
  4. pemantauan

Kebutuhan cairan rumatan dapat dipakai formula Holliday-Segar

Berat Badan ( Kg ) Jumlah Cairan ( cc )
3 – 10

 

10 – 20

> 20

BB x 100

 

1000 cc + 50 ( BB – 10 )

1500 cc + 20 ( BB – 20 )

Kebutuhan juga harus disesuaikan dengan keadaan keadaan tertentu seperti tertera dalam tabel di bawa ini :

Keadaan / penyakit Faktor penyesuaian
Udara inspirasi yang lembab 6 0.75
Keadaan metabolisme basal 6 0.7
SIADH 0.7
Hipotermi - 12 % / derajat < 37oC
Kelembaban udara tinggi 6 0.7
Kegagalan ginjal 6 0.3 ( + urin output )
Aktivitas penuh 6 1.5
Demam + 12 % / derajat > 37oC
Suhu ruangan > 31oC + 30 % / derajat > 31oC
Hiperventilasi 6 1.2
Neonatus :

 

Prematur

Mamakai inkubator

Foto terapi

6 1.2

6 1.5

6 1.5

Luka bakar :

 

Hari I

Hari berikutnya

+ 40 % / % luka bakar

+ 20 % / % luka bakar

6. Kebutuhan elektrolit perhari

Elektrolit Jumlah kebutuhan / 24 jam / kg BB
Na

 

K

Cl

Mg

Ca

PO4

O2

Glukosa

3 – 4 mEq

 

2 – 3 mEq

3 – 4 mEq

0.35 – 0.45 mEq

20 – 200 mg

3 – 10 mg

0.1   – 0.2 mmol

200 – 400 g / kg BB / jam

7. Kebutuhan cairan / elektrolit defisit

Jenis                                         Defisit                           Dosis

Air                                            5 %                              Rumatan + ( rumatan x 0.5 )

10 %                             Rumatan + ( rumatan x 1.0 )

> 15 %                         Rumatan + ( rumatan x 1.5 )

elektrolit                        hipotonik                       Isotonik             Hipertonik

( mEq / kg BB / 24 jam )

Na                                10 – 12             8 – 10                           2 – 4

K                                  8 – 10                           8 – 10                           0 – 4

Cl                                 10 – 12             8 – 10                           2 – 6

Ca                                200 mg/kg BB/24 jam terbagi, IV slow tiap 3 – 4 jam (glukonat)

Mg                                0.8 mEq/kgBB/24 jam dibagi 3 dosis IV slow

PO4                              5 – 10 mg/kgBB, IV tiap 6 jam (initial dose)

Glukosa             100 mg/kg BB/jam, dapat diulang sampai KGD 90 mg/dL

Jenis cairan rumatan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien tersebut

8. Beberapa contoh cairan rumatan

Cairan

Elektrolit mEq/L

Dextrose

(Gr)

Kalori

(Kcal)

Osm

mOsm/L

Na+

K+

Cl-

Laktat

Asetat

HSD

KA EN 1B

KA-EN 3A

KA-EN 3B

KA-EN 4A

KA-EN 4B

KA-EN Mg3

60.5

38.5

60

50

30

30

50

17.5

-

10

20

-

8

20

51.5

38.5

50

50

20

28

50

-

-

20

20

10

10

20

-

-

-

-

-

-

-

25

37.5

27

27

40

37.5

100

100

150

108

108

160

150

400

295

285

290

290

284

284

695

Selain ini cairan koloid dan cairan resusitasi dapat juga digunakan sebagai cairan rumatan bergantung kepada kondisi dan kebutuhan pasien.

9. Kesimpulan

Pemberian cairan yang optimal pada bayi dan anak merupakan hal yang sangat penting dalam pengelolaan terapi cairan agar didapat suatu keadaan yang optimal sesuai dengan prinsip dari pemberian cairan dan elektrolit yaitu “ memberikan terapi cairan yang tepat pada kondisi klinis yang tepat “. Dan kenali cairan yang diberikan.

10. Kepustakaan

  1. Perkin R M : Levin D L : Mineral and glucose requarement and abnormalitis in the essential of pediatrics intensive care : Levin & Morrs (ed), QMP Inc. St. Louis Misouri, 1990. p 121 – 36
  2. Kasim Y A : Fisiologi Cairan dan Elektrolit pada bayi dan anak, dalam Simposium Nasional PGD IV, Malang 5 Desember 1998.
  3. Adelman RD, Solhaug M J : Pathophysiology of body fluids and fluid theraphy, Dalam : Behrman, Kliegman, Jenson (ed), Nelson Textbook of Pediatrics, WB Sounders, Philadelphia, ed. 16. 2000. p.189-227
  4. Prasetyo D : Patofisologi Homeostasis. Dalam: Penatalaksanaan Syok pada Anak pada Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak Berkelanjutan II, Bandung 12 – 13  Juni 2000.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>