Pembicara, Pelaku dan Pengamat JUALAN di INTERNET

Memberikan Seminar Training Pelatihan Workshop Internet Marketing, BlogPreneurship BlogShop UKM GoesOnline

Arsip untuk ‘Ilmu Pengetahuan’ Kategori

UNDANGAN Walimatul Nikah / Kirim Doa

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 12/11/2009

UNDANGAN

Walimatul Nikah / Kirim Doa

Kepada Yth. Bapak / Saudara

…………………………………………..

…………………………………………..

Di Malang

Malang, 20 Desember 2008

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji hanya bagi Rabb semesta alam. Sholawat dan salam

senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para

sahabatnya yang setia hingga akhir zaman.

Mengharap atas kehadiran Bapak / Saudara dalam rangka

Walimatul Nikah / Kirim Doa

Yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari             : Sabtu Malam Minggu

Tanggal        : 20 Desember 2008

Waktu          : Pukul 18:00 WIB (Ba’da Sholat Maghrib)

Acara           : Kirim Doa

Tempat        : Dirumah Bpk. Hadi Santoso, Jl. Ikan

Piranha Atas V No. 1, Malang

Besar harapan kami atas kehadiran Bapak / Saudara pada acara tersebut.

Atas kehadirannya, kami haturkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat kami,

Keluarga Besar Hadi Santoso

shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Lampiran : Daftar Kuesioner Data Indentitas Pribadi

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

Lampiran :

Daftar Kuesioner

Data indentitas pribadi

  1. Usia_______ tahun
  2. Jabatan dalam pekerjaan _________
  3. Apakah sebelumnya anda bekerja ? o ya  o tidak
  4. Jika ya, bekerja sebagai apa ?
  5. Bagaimana status perkawinan anda ?
  • o Kawin/menikah                        o Janda/duda
  • o Cerai                          o Belum kawin
  1. Berapa anak anda ?

_________ orang pria dan ________ oarang wanita

  1. Pendidikan terakhir anda ?
  • o Tamat SD                               o tamat SLTP

o Tamat SLTA                o Sarjana Muda/Diploma

o Sarjana                                  o Pascasarjana

  1. Status tempat tinggal Anda ?
  • o rumah sendiri              o sewa kamar/kost

o rumah kontrakan                     o tinggal di rumah orang tua/keluarga

  1. Puaskah Anda dengan penghasilan dari pekerjaan  ?
  • o sangat puas                            o puas

o cukup puas                             o kurang puas

o tidak puas

  1. Apakah anda memiliki pekerjaan lain di luar pekerjaan Anda sekarang ?
  • o punya                         o tidak punya
  1. Sudah berapa tahun Anda menekuni pekerjaan ini ?

___________ tahun

12.       Puaskah Anda dengan pekerjaan di Pns  ?

  • o sangat puas                            o puas
  • o cukup puas                             o kurang puas                o tidak puas

13.        Pernahkah Anda mengikuti pelatihan yang berkenaan dengan pekerjaan ?

  • o pernah                                   o tidak pernah

Gaya Kepemimpinan

14.        Dalam memyelesaikan pekerjaan apakah Anda selalu memberitahukan bawahan tentang data-data atau informasi-informasi yang diperlukan dan memintabawahan memberikan pendapatnya  ?

o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Untuk menyelesaikan tugas anda akan menerima usulan, gagasan bawahan dan menyempurnakan dengan pendapat anda sendiri  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Supaya pekerjaan berhasil anda menguji terlebih dahulu cara kerja yang dipakai dan menilai untung ruginya dan segala resikonya ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Dalam kegiatan operasional organisasi maka gagasan dikumpulkan dan dirumuskan sebagai landasan untuk pemikiran tugas selanjutnya ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Setiap saat anda memonitor pekerjaan bawahan ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Pemimpin mendengarkan keluhan-keluhan bawahan atas kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan kemudian memberikan pengarahan untuk mengerjakan tugas organisasi secara memadai  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Jika terjadi kekeliruan yang dilakukan oleh bawahan, pemimpin langsung memarahinya dan kalau perlu diberi sanksi tegas  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Pemimpin sering melakukan pertemuan informal dengan bawahan untuk meningkatkan semangat dan hubungan dengan bawahan  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Setiap saat anda memperhatikan penampilan dan perilaku bawahan  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang            o tidak pernah

Kinerja karyawan

  1. Ketika anda mendapati bawahan memiliki kinerja dibawah standart maka anda segara menegur bawahan tersebut dan memperbaiki kinerjanya melalui prosedur kerja yang telah ditetapkan  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Demi keberhasilan tugas, bawahan tidak diperbolehkan mengerjakan pekerjaan yang bukan bidangnya. Apabila bawahan berhalangan dalam menyelesaikan tugasnya anda sendiri yang akan menyelesaikan tugas tersebut
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang            o tidak pernah

  1. Sebaiknya diusahakan tidak ada jarak yang membuat bawahan sulit bergaul dengan pimpinannya  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Pergaulan anda dengan bawahan dan atasan cukup baik karena anda bersikap hangat dan bersahabat serta menerima bawahan apa adanya  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Ketika bawahan menyelesaikan pekerjaan dengan baik, anda mengungkapkan perasaan puas dan bangga yang diucapkan pada bawahan tersebut  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. ketika bawahan anda mengalami kesulitan atau bahkan gagal dalam menyelesaikan tugas. Anda tidak memarahinya tapi ikut seperasaan dengan bawahan tersebut  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Jika muncul konflik yang diakibatkan oleh perbedaan pendapat dengan bawahan dalam menyelesaikan tugas tertentu. Anda akan mempertemukan perbedaan pendapat sehingga kekompakan akan terus terpelihara  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Dalam mengutarakan pandapat dan keputusan anda akan sangat hati-hati dan menjaga perasaan bawahan ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang            o tidak pernah

  1. Apabila terjadi perbedaan pendapat dengan bawahan, dan disimpulkan pendapat bawahan yang diterima. Dalam kondisi seperti ini anda akan menyesuaikan diri dengan dan menerima gagasan tersebut   ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Anda akan selalu mempermudah bawahan untuk ikut menyumbangkan gagasan – gagasan untuk bidang lain selain bidangnya sehingga tidak terlalu kaku menentukan bidang kerja bawahan  ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Bawahan selalu selalu diberi tahu aturan dan tatatertib ataupun kebiasaan-kebiasaan dalam pergaulan dengan sesama karyawan ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Bawahan selalu diajak untuk bersama-sama menentukan penyelesaian setiap permasalahan organisasi dan membuat keputusan-keputusan ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Bawahan tidak diajak bersama-sama membuat keputusan, namun sebelum keputusan itu dibuat bawahan diajak ikut bicara mengeluarkan pendapat tentang masalah yang sedang dihadapi oleh organisasi.
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Dalam menyelesaikan permasalahan bawahan diajak mengelurkan pandapat dan terkadang ikut memutuskan, atau sebaliknya bawahan sama sekali tidak dilibatkan atau justru dibiarkan saja menyelesaikan sendiri pekerjaannya.
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Organisasi menghadapi masalah sehubungan dengan protes dari karyawan atas sikap pimpinan. Karyawan yang demikian sebaiknya diberhentikan saja karena kurang hormat pada pimpinan.
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Karyawan diberi kebebasan dalam cara menyelesaikan pekerjaan mareka masing-masing ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang            o tidak pernah

  1. Dalam melaksanakan tugasnya, bawahan tidak perlu diawasi karena bawahan mempunyai inisiatif sendiri dan ingin berprestasi.
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Untuk meningkatkan kinerja karyawan maka perlu dinaikkan gajinya, dan dalam memperbaiki perilakunya yang tidak pantas/sesuai dengan tuntutan organisasi perlu diberikan ancaman hukuman skorsing atau bahkan pemberhentian
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Bertindak dengan memposisikan diri sebagai rekan sekerja dan kemudian ikut menyelesaikan kerja yang menjadi tugas bawahan dapat mendorong bawahan yang bersangkutan bekerja lebih baik/meningkat.
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Apakah pimpinan bersedia bersikap terbuka dan mau mendengar, menanggapi, menghargai dan mempertimbangkan kreativitas bawahannya ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Diperlukan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan kegiatan untuk bawahan dalam pelaksanaan kerjanya agar dapat menyesuaikan pola kerjanya dengan tuntutan organisasi.
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Apakah anda dapat bekerja lebih baik dan kreatif jika diberi tanggung jawab yang lebih besar   ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Dalam menjalankan tugas yang diberikan, apakah anda dapat menyelesain pekerjaan tersebut sesuai dengan pekerjaan yang ditetapkan ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Apakah pimpinan memberikan tugas kepada anda sesuai dengan keahlian     anda   ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Hasil pekerjaan anda capai lebih banyak dari yang ditetapkan   ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang            o tidak pernah

  1. Apakah pekerjaan anda sudah memenuhi kualitas yang ditetapkan   ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

  1. Apakah pekerjaan yang anda lakukan selesai tapat pada waktunya   ?
  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah

50.        Apakah pekerjaan yang anda lakukan anda selesaikan lebih cepat dari waktu yang ditetapkan   ?

  • o selalu                         o sering

o kadang – kadang                     o jarang

o tidak pernah
shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , , , | 1 Komentar »

BAB III Metode Penelitian 3.1 Definisi Operasional

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

BAB III

Metode Penelitian

3.1       Definisi Operasional

Definisi operasional adalah merupakan unsure penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel.definisi operasional bersisi indicator dari suatu variable,dimana memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang memiliki relevansi dengan variabel tersebut.

1. Variabel terikat adalah Kinerja karyawan (Y)

Ada tiga kriteria untuk mengukur Kinerja karyawan,yaitu:

1. Kualitas pekerjaan,yaitu mulai dari hasil kerja karyawan dalam waktu tertentu sesuai dengan standart kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan .

indikatornya adalah ketelitian,akurasi,kerapian,kebersihan dan kesehatan.

2. Kuantitas pekerjaan,yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan oleh karyawan dalam waktu tertentu,dan sesuai dengan jumlah standart yang ditetapkan perusahaan.indikatornya adalah sesuai dengan jumlah pekerjaan yang ditargetkan oleh perusahaan.

3. Ketepatan waktu,yaitu ketepatan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu sesuai dengan standart waktu yang telah deitentukan oleh perusahaan.indikatornya adalah tepat waktu,lebih cepat dan atau terlambat.

2. Variabel Bebas adalah gaya kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2)

Variabel ini merupakan variabel yang mengaktifkan variabel masukan.Variabel independent adalah fakta yang diukur dan diolah oleh peneliti untuk menentukan hubungan dengan gejala yang diteliti.Variabel independen dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan yang meliputi gaya Otoriter ,demokratis dan bebas serta kompensasi berupa tunjangan kondisi kerja.alat untuk mengukur gaya kepemimpinan tersebut,digunakan kuisioner yang hasilnya akan menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Gaya otoriter diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung tinggi.
  2. Gaya demokratis diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung biasa.
  3. Gaya bebas diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung rendah.

Kompensasi berupa Tunjangan diukur dari nilai jawaban kuisioner yang cenderung tinggi.

Berikut ini adalah indikator-indikator untuk gaya kepemimpinan dan kompensasi tersebut diatas:

A. Gaya Kepemimpinan Otoriter

  1. Penonjolan diri yang berlebih.
  2. Tidak dapat menerima adanya orang lain.
  3. ”Gila kehormatan”
  4. Menentukan dan menerapkan disiplin organisasi yang keras dan menjalankan dengan sikap yang kaku.
  5. Dasar ketaatan para bawahan bukan kesadaran,melainkan ketakutan.

B. Gaya kepemimpinan Demokratis

  1. Mengakui harkat dan martabat manusia.
  2. Menerima pendapat yang mengatakan bahwa sumber daya manusia merupakan unsur ang paling strategik dalam organisasi.
  3. Para bawahannya adalah insan dengan jati diri yang khas.
  4. Pemimpin yang demokratik tangguh membaca situasi.
  5. Gaya kepemimpinan yang demokratik rela dan mau melimpahkan wewenang pengambilan keputusan kepada para bawahannya.
  6. Mendorong para bawahan mengembangkan kreativitasnya.
  7. Pemimpin yang demokratik bersifat mendididk dan membina.

C. Gaya kepemimpinan bebas

  1. Santai pemimpin tipe ini tidak memiliki ”sense of crisis”.
  2. Tidak senang mengambil resiko dan lebih cenderung pada upaya mempertahankan status Quo.
  3. Melimpahkan wewenang kepada para bawahan.
  4. Enggan mengenakan sanksi dan senang mengobral pujian.
  5. Memperlakukan bawahan sebagai rekan.

3.2       Ruang lingkup Penelitian

  1. 1. Penentuan Lokasi

Di Pemerintah kota batu khususnya Sekretariat Daerah Kota Batu diharapkan dapat memacu Produktivitas kerja PNS dan mampu Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia itu sendiri yng sudah berdiri sebagai Daerah otonom sejak 17 Oktober 2001 melakukan aktivitasnya. Penulis ingin mengetahui sejauh mana  kinerja PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu dilihat dari pengaruh kepemimpinan dan Kompensasi yang Diberikan oleh Walikota Batu.

3.3       Populasi dan Sampel

Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun pengukuran. Kuantitatif dan kualitataif dari pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap dan jelas. Pengertian lain mengatakan bahwa populasi adalah sekelompok subyek , baik manusia, gejala, nilai test, benda-benda ataupun peristiwa. Sejalan dengan pengertian diatas maka ditentukan bahwa populasi dari penelitian ini adalah PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu sebanyak 34 orang yang menerima Tunjangan Kondisi Kerja Sesuai Peraturan Walikota Batu No 8 Tahun 2008 Oleh Walikota Batu Eddy Rumpoko dalam penelitian ini akan diambil sebanyak 34 responden sebagai sampel, yang diambil secara sensus.

N JUMLAH ORANG
Sekretaris daerah 1
Asisten pemerintahan dan pembangunan 1
Asisten administrasi umum 1
Kepala bagian keuangan 1
Staf bagian keuangan 26
Bendahara sekretariat daerah 4
Total 34

3.4       Data dan Sumber data

Data yang diperlukan untuk menjawab rumusan masalah yang ada adalah dat primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya,data itu berupa PNS Sekretariat Daerah Kota Batu.

3.5       Teknik Pengumpulan data

Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan teknik sebagai berikut :

  1. Wawancara, yakni dengan melakukan dialog atau tanya jawab langsung dengan   PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu.
  2. Angket, yakni dengan menyampaikan sejumlah pernyataan tertulis dan juga mendapatkan tanggapan secara tertulis dari PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu tentang semua variabel dan indikator penelitian.
  3. Observasi, yakni dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan kepemimpinan yang meliputi kegiatan pengambilan keputusan, pemberian motivasi kepada bawahan dan pengendalian serta penyelesaiaan tugas dan pembinaan hubungan antar anggota organisasi atau bawahan dan atasan responden serta kinerja PNS Di Sekretariat Daerah Kota Batu Di Sekretariat Daerah Kota Batu.
  4. Dokumentasi, Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai struktur organisasi, jumlah PNS, perangkat-perangkat teknis, program-program pengembangan, laporan realisasi kerja dan hal lain yang menyangkut kinerja dan dokumen-dokumen tertulis atau rekaman.

3.6       Tehnik Pengukuran Data

Dalam penelitian ini  akan digunakan skala Likert. Skala Likert digunakan secara luas yang mengharuskan responden untk menunjukkan derajat setuju atau tidak setuju kepada setiap pernyataan yang berkaitan dengan obyek yang dinilai. Skala Likert yang digunakan adalah dengan nilai skor 5 untuk jawaban A (selalu), skor 4 untuk jawaban B (sering), skor 3 untuk jawaban C (terkadang), skor 2 untuk jawaban D (pernah) dan skor 1 untuk jawaban E (tidak pernah). Dalam penelitian ini, pada setiap butir pertanyaan semakin tinggi skor jawaban maka cenderung mengarah ke gaya kepemimpinan bebas.

3.7 Validitas dan Reliabilitas

Uji validasi dan rehabilitas harus dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat signifikan dari hasil pengolahan data yang dilakukan.

  1. 1. Validitas

Intrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa saja yang hendak diukur. Langkah awal yang akan dilakukan adalah menguji validitas item pertanyaan. Sebuah item dikatakan valid apabila jika mempunyai dukungan yang kuat terhadap skor total, dengan kata lain sebuah item pertanyaan dikatakan mempunyai validitas jika memiliki tingkat korelasi yang tinggi terhadap skor total item. Dua syarat yang harus dipenuhi agar sebuah butir pertanyaan dikatakan valid, yaitu:

  1. Arah korelasi harus positif. Ini berarti r bt (nilai korelasi yang akan digunakan untuk mengukur validitas) harus lebih besar r tabel.
  2. Korelasi harus kuat dan peluang kesalahan tidak terlalu besar (menurut teori maksimal 5% dalam uji pertama)

Koefisiensi korelasi meerupakan ukuran kekuatan hubungan antar dua variabel, yang dinotasikan dengan r. Besar koefisiensi korelasi berkisar antara 0 hingga 1 (-1 ≤ r ≥ 1). Koefisien korelasi negatif menggambarkan hubungan kedua variabel tersebut berbanding terbalik, artinya jika, katakanlah x berkorelasi negatif dengan y, maka jika x mengalami kenaikan maka y akan mengalami penurunan.

Besarnya koefisien korelasi product moment antara variabel x dan y dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

r =

Dimana:

X = skor pernyataan ke i (1,2,3,…..,i)

Y= skor total

n= banyaknya data

sumber: Husein Umar (2003;190)

  1. 2. Reliabilitas

Intrument yang reliabel berarti instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama, Reliabilitas berhubungan dengan kepercayaan terhadap alat test. Syarat keandalan tersebut suatu intrument menuntut kemantapan, ke ”ajeg”an atau kestabilan antara hasil pengamatan dengan instrument. Mencari reliabilitas instrument yang skornya bukan 0-1, tetapi merupakan rentangan antara beberapa nilai dapat menggunakan rumus Cronbacch’s Alpha, yaitu

Dimana:

r                        = reliabilitas instrumen

k                        = banyaknya butir pertanyaan

o                       = varians total

∑                       = jumlah varians butir

sumber: Husein Umar (2003:207)

3.8       Metode Analisa

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif.

  1. 1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif (statistik deskriptif) adlah statistik yang berfungsi untuk mendeskriptifkan atau memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

Dalam penelitian ini analisis deskriptif untuk mengetahjui kecenderungan gaya kepemimpinan manakah yang diaplikasikan oleh para pimpinan di PNS Sekretariat kota Batu. Analisis ini menggunakan distribusi frekuensi.

  1. 2. Analisis Kuantitatif

Teknik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Regresi bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara satu variabel terhadap variabel lain. Regresi yang memiliki satu variabel dependen dan satu variabel independen disebut regresi sederhana. Modal persamaannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Y =  +  X

Dimana:

Y = varibel dependen (variabel terikat)

= konstanta

= koefisien variabel independen

X = variabel independen (variabel bebas)

DAFTAR  KEPUSTAKAAN

Hersey,P. and Blanchard K, 1995, Management of Organization Behaviour,Diterjemahkan Oleh Agus Dharma, Edisi IV,Jakarta,Penerbit Erlangga.

Mursi Abdul Hamid,1997,SDM yang produktif pendekatan al-qur’an & sains.GIP,Jakarta.

Husein Umar, 1998. Riset Sumberdaya Manusia Dalam Organisasi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Simamora Henry, 2004. Manajemen Sumberdaya Manusia Edisi III   STIE YKPN Yogyakarta

.

Malayu S.P. Hasibuan, 1997. Manajemen Sumberdaya Manusia. PT. Toko Gunung Agung, Jakarta.

Stephen P.Robbins, 1996. Perilaku Organisasi. Jilid 1 Edisi Bahasa Indonesia. PT. Prenhalindo Jakarta.

Indrio Gitosudarmo dan I Nyoman Sudita, 1997. Perilaku Keorganisasian, edisi pertama. BPFE Yogyakarta

Fred Luthans. 1995. Organizational Behavior. Edisi 7 Mc Graw Hill International Edition Singapore.

Mejia, Gomez Luis R. Balkin, David.B. Cardy, Robert L ( 2001 ) Managing Human

Resources, 3 edition, Prentice Hall, Inc, New Jersey.

Stephen P. Robbins dan Mary Coulter. 1999. Manajemen. Sixth editions.  PT. Prenhellindo Jakarta.

Gary A. Yukl. 1998. Kepemimpinan Dalam Organisasi. Edisi Bahasa Indonesia. PT. Prenhalindo Jakarta 

Drs. John Soeprihanto, M.I.M. 1999. Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karyawan. BPFE Yogyakarta

Prawirosentono, S  , 1999 ,Kebijakan  Kinerja Karyawan,  Edisi  Pertama, Yogyakarta,BPFE.

Nawawi,hadari dan M.Martini Hadari,2004,kepemimpinan yang efektif,UGM Press,Yogyakarta.

Nugroho,Bhuono Agung,2005 Strategi Jitu,Memilih Metode Statistic Penelitian Dengan Spss,Penerbit Andi,Yogyakarta.

Flippo, Edwin,B ( 1987 ), Personal management,Mc Graw Hill Inc

Dessler, Garry ( 1998 ) Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi Bahasa Indonesia,

PT. Prenhallindo, Jakarta.

Suparwati, ( 1999 ) , Pengaruh factor – factor kompensasi terhadap kinerja Dosen,

studi terhadap Dosen Administrasi Niaga pada PTS di Kodya Surabaya. Tesis,

Pasca sarjana universitas Brawijaya Malang.

Notoatmodjo, Soekidjo ( 1998 ) Pengembangan Sumber Daya  Manusia , Rineka

Cipta, Jakarta

Handoko, T. Tani ( 2000 ), Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia,

cetakan ke empat belas, BPFE, Yogjakarta.

Handoko.T.hani,1997,Manajemen Personalia Dan Sumberdaya Manusia,edisi kedua.yokyakarta,BPFE.
shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

BAB II Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

BAB  II
Tinjauan Pustaka

2.1 Penelitian terdahulu

Penelitian Tentang gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan telah dilakukan oleh Zaini(2001) dengan judul ‘Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan,suatu studi pada karyawan bagian produksi pada PT. Samudra Utama Tuban ‘dari hasil perhitungan regresi diperoleh hasil sebagai berikut :Kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai

Pamujo Dian (2002) juga melakukan penelitian dengan judul ‘Pengaruh Kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan perusahaan daerah bank pasar kabupaten lumajang diperoleh hasil sebagai berikut:bahwa gaji,insentif dan tunjangan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan.

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Pengertian Kinerja

Menurut Sabardi (1997 : 170) mengatakan bahwa para pemimpin dapat efektif dalam menjalankan perusahaan karena kemampuannya meningkatkan para bawahan mereka, memberi motivasi kepada bawahan untuk berprestasi, kepuasan kerja dan pemimpin diterima oleh para bawahan

Tercapainya tujuan suatu organisasi hanya dimungkinkan karena upaya para pelaku yang terdapat pada organisasi tersebut. Salah satu definisi tentang kinerja pegawai disampaikan oleh  Prawirosentono (1999:2), bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok dalam suatu organisasi dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Berdasarkan pengertian ini sebenarnya terdapat hubungan yang erat antara kinerja perorangan (individual performance) dengan kinerja lembaga (institutional performance). Dengan perkataan lain bila kinerja perorangan baik maka kemungkinan besar kinerja organisasi juga baik. Kinerja seorang individu akan baik bila dia mempunyai keahlian (skill) yang tinggi, bersedia bekerja karena digaji atau diberi upah sesuai dengan dengan perjanjian, mempunyai harapan (expectation) masa depan yang lebih baik. Mengenai gaji dan adanya harapan (expectation) merupakan hal yang menciptakan motivasi seseorang untuk bersedia melaksanakan kegiatan kerja dengan kinerja yang baik. Bila sekelompok individu dan atasannya mempunyai kinerja yang baik, maka akan berdampak pada kinerja organisasi yang baik pula.

Selain itu, menurut Simamora (1997:500), bahwa kinerja karyawan adalah tingkat terhadapnya para karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Kinerja merupakan tindakan-tindakan atau pelaksanaan tugas yang dapat diukur (Seymour, 1991:304). Sedangkan menurut Bernandin dan Russel (1993:231), bahwa kinerja merupakan catatan perolehan yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu atau kegiatan selama periode waktu tertentu. Pengertian kinerja dari Bernandin tersebut identik dengan pengertian prestasi kerja menurut Hasibuan (1991:105) dalam Sudjak (1990) yang menyatakan bahwa prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Disamping itu Musjanif (1989:49) menjelaskan pula bahwa prestasi kerja merupakan kemampuan seseorang dalam usaha mencapai hasil yang baik atau menonjol ke arah tercapainya tujuan organisasi. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, maka dalam penulisan ini yang dimaksud dengan kinerja pegawai administrasi adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang pegawai adminstrasi dalam kurun waktu tertentu berdasarkan standar kerja yang telah ditetapkan.

2.2.1.1 Pengukuran Kinerja

Kinerja merupakan tindakan-tindakan atau pelaksanaan tugas yang dapat diukur (Seymour, 1991:304). Hal ini dapat berkaitan dengan jumlah kuantitas dan kualitas pekerjaan yang dapat dielesaikan oleh individu dalam kurun waktu tertentu. Beberapa pendapat yang membahas pengukuran kinerja di bawah ini menjadi dasar penentuan variabel kinerja. Menurut Swasto (1996:30) ada beberapa cara untuk mengukur kinerja secara umum, yang kemudian diterjemahkan kedalam penilaian perilaku secara mendasar, yaitu :

  1. Kuantitas kerja
  2. Kualitas kerja
  3. Pengetahuan tentang pekerjaan
  4. Pendapat atau pernyataan yang disampaikan
  5. Keputusan yang diambil
  6. Perencanaan kerja
  7. Daerah organisasi kerja

Jadi kinerja berkenaan dengan hasil pekerjaan yang dicapai oleh pegawai/karyawan dalam suatu periode. Dalam hal ini kinerja berkaitan dengan kuantitas maupun kualitas  pekerjaan yang dihasilkan

Dharma (1991:55) berpendapat ada banyak cara pengukuran yang dapat digunakan, seperti penghematan, tingkat kesalahan dan sebagainya. Hampir seluruh cara pengukuran kinerja mempertimbangkan : kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu. Selain itu menurut Syarif (1987:74) dalam Dharma (1985:56)  pengukuran kinerja adalah : mutu (kehalusan, kebersihan dan ketelitian), jumlah waktru (kecepatan), jumlah macam kerja (banyaknya keahlian), jumlah jenis alat (keterampilan dalam menggunakan bermacam-macam alat) dan pengetahuan tentang pekerjaan.

Selain itu, kinerja dapat dilihat dari perilaku individu dalam bekerja. Misalnya : prestasi seorang pekerja dapat ditunjukkan oleh kemandiriannya, kreatifitas, serta adanya rasa percaya diri.

Dimensi kinerja mencakup semua unsur yang akan dievaluasi dalam pekerjaan masing-masing pegawai/karyawan dalam suatu organisasi.

Tidak semua kriteria pengukuran kinerja dipakai dalam suatu penilaian kinerja pegawai/karyawan, hal ini tentu harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan dinilai. Bernadian dan Russel (1995:68), mengajukan enam  kriteria primer yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja :

  1. Quality, merupakan tingkat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan yang diharapkan.
  2. Quantity, merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit, jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan.
  3. Timeliness, adalah tingkat sejauh mana suatu kegiatan diselesaikan pada waktu yang dikehendaki, dengan memperhatikan koordinasi output lain serta waktu yang tersedia untuk kegiatan lain.
  4. Cost-effectiveness, adalah tingkat sejauh mana penggunaan daya organisasi (manusia, keuangan, teknologi, material) dimaksimalkan untuk mencapai hasil tertinggi, atau pengurangan kerugian dari setiap unit penggunaan sumber daya.
  5. Need for supervision, merupakan tingkat sejauh mana seorang pekerja dapat melaksanakan suatu fungsi pekerjaan tanpa memerlukan pengawasan seorang supervisor untuk mencegah tindakan yang kurang diinginkan.
  6. Interpersonal Impact, merupakan tingkat sejauh mana karyawan/pegawai memelihara harga diri, nama baik dan kerja sama diantara rekan kerja dan bawahan.

Penetapan standar kinerja diperlukan untuk mengetahui apakah kinerja pegawai/karyawan telah sesuai dengan sasaran yang diharapkan, sekaligus melihat besarnya penyimpangan dengan cara membandingkan antara hasil pekerjaan secara aktual dengan hasil yang diharapkan. Standar kinerja pekerjaan (performance standard) menentukan tingkat kinerja pekerjaan yang diharapkan dari pemegang pekerjaan tersebut dan kriteria terhadap mana kesuksesan pekerjaan diukur. Standar kinerja pekerjaan membuat eksplisisit kuantitas dan/atau kualitas kinerja yang diharapkan dalam tugas-tugas dasar yang ditetapkan sebelumnya dalam deskripsi pekerjaan. Biasanya standar kinerja pekerjaan adalah pernyataan-pernyataan mengenai kinerja yang dianggap dapat diterima dan dapat dicapai atas sebuah pekerjaan tertentu. Menurut Simamora (1997:147), ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi standar kinerja pekerjaan yaitu :

  1. Standar kinerja haruslah relevan dengan individu dan organisasi.
  2. Standar kinerja haruslah stabil dan dapat diandalkan.
  3. Standar kinerja haruslah membedakan antara pelaksanaan pekerjaan yang baik, sedang, atau buruk.
  4. Standar kinerja haruslah dinyatakan dalam angka.
  5. Standar kinerja haruslah mudah diukur.
  6. Standar kinerja haruslah dipahami oleh karyawan/pegawai dan penyelia.
  7. Standar kinerja haruslah memberikan penafsiran yang tidak mendua.

Standar kinerja pekerjaan mempunyai dua fungsi (Simamora, 1997:149). Pertama, menjadi tujuan atau sasaran-sasaran dari upaya-upaya karyawan/pegawai. Jika standar telah dipenuhi maka karyawan/pegawai akan merasakan adanya pencapaian dan penyelesaian. Kedua, standar-standar kinerja pekerjaan merupakan kriteria pengukuran kesuksesan sebuah pekerjaan. Tanpa adanya standar, tidak ada sistem pengendalian yang dapat mengevaluasi kinerja pegawai/karyawan.

Analisis tentang kinerja karyawan/pegawai menurut Gomes (1995:68) senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama yaitu pertama, kesediaan atau motivasi karyawan/pegawai untuk bekerja yang menimbulkan usaha karyawan/pegawai dan kedua adalah kemampuan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan. Dengan kata lain kinerja adalah fungsi interaksi antara motivasi kerja dengan kemampuan atau p = f (m x a), dimana p = performance, m = motivation dan a = ability.

Berdasarkan persamaan di atas, menurut Robbins (1996:78), sepotong teka-teki masih belum ditemukan. Kita perlu menambahkan aspek kesempatan (opportunity) kedalam persamaan di atas. Sehingga persamaan kinerja = f (A x M x O). Meskipun seorang individu mungkin bersedia dan mampu, mungkin ada rintangan yang menghambat kinerja. Karena itu jika kita mencoba menilai mengapa seseorang pegawai/karyawan mungkin tidak berkinerja pada level yang kita yakini ia mampu, selayaknya kita diperiksa lingkungan kerjanya untuk melihat apakah mendukung atau tidak. Jika tidak, akan menyebabkan terganggunya kinerja pegawai/karyawan.

Selanjutnya Klingner dan Nalbandian (1985:82), mengemukakan bahwa produktifitas sebagai wujud dari kinerja merupakan fungsi perkalian dari usaha pegawai (effort) yang didukung dengan motivasi yang tinggi, dengan kemampuan pegawai (ability) yang diperoleh melalui latihan-latihan. Disamping itu, kondisi kerja juga turut berpengaruh dalam menentukan efisiensi dan efektifitas seorang individu dalam berkinerja. Kinerja yang baik akan memberikan dampak yang positif bagi usaha selanjutnya dari organisasi.

Kinerja dapat diartikan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika (Suryadi : 2 ; 1999).

Suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan harus melalui sarana dalam bentuk organisasi yang digarakkan oleh sekelompok orang yang berperan aktif sebagi pelaku untuk mencapai tujuan organisasi. Tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena upaya para pelaku yang terdapat pada organisasi lembaga atau perusahaan tersebut.

2.2.2 Kepemimpinan

A. Pengertian Kepemimpinan

Menurut  Terry G.(1992:P.1992) bahwa kepemimpinan adalah hubungan antara seorang dengan orang lain, pemimpin mampu mempengaruhi agar orang lain agar bersedia bekerja bersama-sama dalam tugas-tugas yang berkaitan untuk mencapai apa yang diinginkannya. Sedangkan Robbins (1993: P.86 ) mendifinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok orang kearah pencapaian tujuan. Tannenbaum ( 1995: P.52 ) mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakukan dalam suatu situasi dan diarahkan melalui komunikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan – tujuan tertentu.

Ada tiga implikasi penting dari definisi-definisi kepemimpinan Handoko (1997:P.67 ) yakni :

  1. Kepemimpinan menyangkut orang lain, bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka menerima pengarahan dari pimpinan, dimana para anggota kelompok membantu menetukan status/kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua kualitas kepemimpinan seseorang akan menjadi tidak berarti.
  2. Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Para pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan para anggota kelompok, tetapi para anggota kelompok tidak dapat mengarahkan kegiatan-kegiatan pemimpin secara langsung, meskipun dapat juga melalui sejumlah cara namun tetap tidak seimbang.
  3. Selain dapat memberikan pengarahan kepada bawahan atau pengikut, pemimpin dapat juga menggunakan pengaruh. Dengan kata lain, pemimpin tidak hanya dapat memerintahkan bawahan apa yang harus dilakukan tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya.

Dari berbagai pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan itu merupakan :

  1. Perwujudan kepribadian seseorang yang tercipta karena adanya kondisi kelompok.
  2. Hubungan kekuasaan dimana ada satu pihak yang mempunyai hak untuk menentukan perilaku orang lain.
  3. Saling mempengaruhi antara pemimpin dengan pengikut.

Thoha, M.(1996: P.103 ) mengatakan gaya adalah cara yang dipergunakan atau pola. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa gaya kepemimpinan merupakan perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mempengaruhi perilaku-perilaku orang lain seperti yang diperlihatkannya.

Jadi gaya kepemimpinan adalah pola perilaku pemimpin pada waktu mempengaruhi bawahan yang dipersepsikan oleh orang lain/bawahan. Dalam tulisan ini kita tidak membicarakan lebih jauh tentang berbagai gaya kepemimpinan.

B. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Terciptanya Gaya Kepemimpinan

Pandangan dan pemahaman seorang pemimpin terhadap kepemimpinan dan pandangan pribadinya terhadap manusia yang menjadi bawahannya akan menetukan bagaimana pemimpin yang bersangkutan mempunyai kecendrungan perilaku dalam aktivitas kepemimpinan. Pemahaman seorang pemimpin terhadap manusia yang dipimpinnya juga akan menentukan bagaimana pemimpin tersebut memperlakukan bawahan di dalam aktivitas pengambilan keputusan, memotivasi dan mengendalikan bawahannya.

Pengambilan keputusan menjadi penting bagi kepemimpinan karena sebenarnya pemimpin adalah orang yang tugas utamanya memecahkan masalah untuk kemudian menentukan pilihan terbaik sebagai landasan berpijak. Sejalan dengan pengertian tersebut Gordon, T. (1986: P.78 ) mengemukakan bahwa tugas seorang pemimpin adalah memecahkan masalah. Pengertian ini secara implisit memberikan pengertian bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam memecahkan masalah. Kecakapan dalam membuat keputusan tentunya akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinannya.

Hal terpenting lainnya dalam kepemimpinan adalah bagaimana menggerakkan atau memotivasi anggota organisasi agar berperilaku sesuai dengan yang dikehendaki. Untuk itulah telaahan tentang kepemimpinan mengikutkan telaahan tentang motivasi. Maka tentunya model motivasi yang diberikan pemimpin kepada bawahannya menjadi faktor yang sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan sekaligus keberhasilannya.

Selanjutnya Nawawi, H. (1995: 87) mengatakan bahwa kemampuan eseorang dalam mengendalikan bawahannya sehingga menkadi tim yang kompak juga ikut membentuk gaya kepemimpinan seseorang. Pengendalian di dalam kepemimpinan menunjuk pada aktivitas pemimpin dalam memberikan bimbingan dan pengarahan, mengkoordinasi kegiatan bawahan sekaligus mengawasinya.

Lebih jelas tentang faktor – faktor yang mempengaruhi terciptanya gaya kepemimpinan dikemukakan sebagaimana berikut ini.

1. Perilaku Kepemimimpinan

Teori Kepemimpinan Contingency merupakan teori – teori kepemimpinan yang menjelaskan efektifitas kepemimpinan dalam hubungannya dengan variabel – variabel moderator situasional ( Yulk, 1998:P.162 ) menurut lebih lanjut Yulk mengemukakan teori kepemimpinan contingency ( Teori Reddin`s ) Teori ini dikenal dengan istilah “Reddins Tree Dimensional Of Leadership Effective”., Gaya yang efektif menurut Reddin ada  empat yakni :

  • 1. Executive.  Gaya ini banyak memberikan perhatian padsa tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerja.
  • 2. Developer;  Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum  terhadap hubungan kerja, dan perhatian yang minimum  terhadap tugas-tugas pekerjaan
  • 3. Benevolent autocrat;  Gaya ini memberikan perhatian  yang maksimum terhadap tugas dan perhatian yang minimum terhadap hubungan nkerja.
  • 4. Birokrat; Gaya ini memberikan perhatian yang minimum terhadap baik tugas maupun hubungan kerja.

Ada empat gaya kepemimpinan yang tergolong tidak efektif antara lain :

  • 1. Pencinta kompromi (Compromiser). Gaya ini memberikan perhatian yang besar pada tugas dan hubungan kerja  dalam suatu situasi yang menekankan pada kompromi.
  • 2. Missionary; Gaya ini memberikan penekanan yang maksimum  pada orang-orang dan hubungan kerja , tetapi memberikan perhatian yang minimum  terhadap tugas dengan  prilaku yang tidak sesuai.
  • 3. Otokrat; Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum terhadap tugas dan minimum  terhadap hubungan kerja dengan suatu prilaku yang tidak sesuai.
  • 4. Lari dari tugas (Deseter); Gaya ini sama sekali  tidak memberikan perhatian  baik pada tugas maupun pada hubungan kerja

 

Gaya  kepemimpinan

 

Tinggi HubunganDan Rendah Tugas

G3

Tinggi Tugas DanTinggi Hubungan

G2

G4                                 Rendah Hubungandan Rendah Tugas Tinggi Tugas Dan                                G1Rendah Hubungan

(Rendah)                                               Prilaku  Mengarahkan                                                          (  Tinggi )

Tinggi                                                 Sedang                                                 Rendah

M4 M3 M2 M1

Tingkat Kematangan Bawahan

Dalam rangka  mempersoalkan gaya-gaya kepemimpinan hendaknya jangan beranggapan  bahwa seorang individu  dapat atau harus mempertahankan  gaya konsisten dalam  semua aktivitasnya. Justru sebaliknya ia harus bersifat sefleksibel mungkin , dan menyesuaikan gayanya  dengan situasi spesifik dan individu-individu yang bersangkutan.

Ada macam-macam istilah yang digunakan orang untuk menerangkan  pendekatan umum yang digunakan,menurut Sondang P (2002:47) gaya kepemimpinan pada gilirannya ternyata merupakan dasar membeda-bedakan atau mengklasifikasikan tipe kepemimpinan misalnya : Otokratis, Demokratis, dan Laissez-Faire sebagai berikut :

1. Tipe Otoriter

Seorang pemimpin yang tergolong sebagai orang yang otoriter memiliki ciri- ciri yang pada umumnya negative. Karena itu tipe ini bukanlah merupakan tipe yang diandalkan, terutama apabila dikaitkan dengan upaya meningkatkan produktifitas kerja, yang antara lain memerlukan suasana demokratis. Akan tetapi teori situasional menekankan bahwa dalam kondisi tertentu, seorang pemimpin yang paling demokratik sekalipun mungkin untuk semantara waktu atau dalam menghadapi situasi tertentu atau menghdapi bawahan tertentu, harus menggunakan gaya otoriter. Ciri – ciri yang menonjol pada tipe ini antara lain sebagai berikut :

1)      Penonjolan diri yang berlebihan sebagai simbol keberadaan organisasi, hingga cenderung bersikap bahwa dirinya dan organisasi adalah identik.

2)      Kegemarannya menonjol diri sebagai “ Penguasa tunggal “ dalam organisasi. Tidak dapat menerima adanya orang lain dalam organisasi yang potensial mampu menyaingi dirinya. Orang yang berpotensi demikian segera disingkirkan.

3)      Pemimpin yang otoriter biasanya dihinggapi  “ penyakit “ megalomaniac, dalam arti “ gila kehormatan “ dan menggemari berbagai upacara atau seremoni yang menggambarkan “ kehebatannya “ pada waktu ia mengenakan “ pakaian kebesaran “ dengan berbagai atribut simbol – simbol keberhasilan.

4)      Tujuan pribadinya identik dengan tujuan organisasi. Ciri ini menempatkan “ konsekuensi “ dari tiga ciri yang disebutkan terlebih dulu. Dengan ciri ini timbul persepsi kuat dalam dirinya bahwa para anggota organisasi mengabdi kepadanya.

5)      Karena pengabdian para karyawan diinterpretasikan sebagai pengabdian yang sifatnya pribadi, loyalitas para bawahan merupakan tuntutan yang sangat kuat. Demikian kuatnya, sehingga “ mengalahkan “ kriteria kekaryaan yang lain seperti kinerja, kejujuran, serta penerapan norma – norma moral etika.

6)      Pemimpin yang otoriter menetukan dan menerapkan disiplin organisasi yang “ keras “ dan menjalankanya dengan sikap yang kaku. Dalam suasana kerja seperti itu tidak ada kesempatan bagi para bawahan untuk bertanya, apalagi untuk mengajukan pendapat atau saran. Tidak usah berbicara tentang kesempatan menyampaikan kritik. Apabila pemimpin yang bersangkutan sudah mengambil keputusan, biasanya keputusan itu dikeluarkan dalam bentuk perintah dan para bawahan tinggal melaksanakannya saja.

7)      Seorang pemimpin yang otoriter biasanya menyadari bahwa gaya kepemimpinannya yang otoriter itu hanya efektif jika yang bersangkutan menerapkan pengendalian atau pengawasan yang ketat, oleh karena itu, pemimpin yang demikian selalu berupaya untuk menciptakan instrument pengawasan sedemikian rupa sehingga dasar ketaatan para bawahan bukan kesadaran, melainkan ketakutan. Efektivitas kepemimpinan yang otoriter akan terlihat hanya selama instrument pengendalian dan pengawasan “ berfungsi dengan baik “.

2. Tipe Demokratis

Tidak sedikit orang yang mendambakan atasan yang tergolong sebagai pemimpin yang demokratik.  Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa tipe inilah yang ideal. Ciri – ciri pokoknya adalah :

1)      Mengakui harkat dan martabat manusia. Dengan demikian, berupaya untuk selalu memperlakukan para bawahan dengan cara – cara yang manusiawi.

2)      Menerima pendapat yang mengatakan bahwa sumber daya manusia merupakan unsur yang paling strategik dalam organisasi meskipun sumber daya dan lainnya tetap diakui sebagai sumber yang penting, seperti uang atau modal, mesin,materi, metode kerja, waktu, dan informasi yang kesemuanya hanya bermakna apabila diolah dan digunakan oleh manusia, misalnya menjadi produk untuk dipasarkan kepada para konsumen yang memerlukannya.

3)      Para bawahannya adalah insan dengan jati diri yang khas dan karena itu harus diperlakukan dengan mempertimbangkan kekhasannya itu

4)      Pemimpin yang demokratik tangguh membaca situasi yang dihadapi dan dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan situasi tersebut.

5)      Gaya kepemimpinan yang demokratik rela dan mau melimpahkan wewenang pengambilan keputusan kepada para bawahannya sedemikian rupa tanpa kehilangan kendali operasional, dan tetap bertanggung jawab atas tindakan para bawahannya itu.

6)      Mendorong para bawahan mengembangkan kreativitasnya untuk diterapkan secara inovatif dalam pelaksanaan berkarya (berupa ide,teknik,dan cara baru)dan didorong agar tidak puas bekerja rutinistik atau mekanistik.

7)      Tidak ragu-ragu membiarkan para bawahan mengambil resiko dengan catatan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh telah diperhitungkan dengan matang.

8)      Pemimpin yang demokratik bersifat mendididk dan membina,dalam hal bawahan berbuat kesalahan dan tidak serta merta bersifat menghukum atau mengambil tindakan punitive.

3. Tipe Bebas ( Laissez Faire )

Tipe ini ditandai oleh ciri – ciri yang mungkin dapat dikatakan “ aneh “ dan sulit membayangkan situasi organisasional dimana tipe ini dapat difunakan secara efektif. Ciri – ciri yang menonjol adalah :

1)      Gaya santai yang berngkat dari pandangan bahwa organisasi tidak menghadapi masalah yang serius dan kalaupun ada, selalu dapat ditemukan penyelesainnya. Dengan kata lain, pemimpin tipe ini tidak memiliki : “ sense of crisis “

2)      Pemimpin tipe ini tidak senang mengambil resiko dan lebih cenderung pada upaya mempertahankan status quo.

3)      Tipe ini gemar melimpahkan wewenang kepada para bawahan dan lebih menyenangi situasi bahwa para bawahanlah yang mengambil keputusan dan keberadaannya dalam organisasi lebih bersifat suportif.

4)      Enggan mengenakan sanksi ( apalagi yang keras ) terhadap bawahan yang menampilkan perilaku disfungsional atau menyimpang, tetapi sebaliknya, senang “ mengobral pujian “.

5)      Memperlakukan bawahan sebagai ‘ rekan ‘ dan karena itu hubungan yang bersifat hierarkis tidak disenanginya.

6)      Keserasian dalam interaksi organisasional dipandang sebagai etos yang perlu dipertahankan.

2.2.3 Kompensasi

A.Pengertian Kompensasi

Kompensasi (compensation) meliputi kembalian kembalian finansial dan asa – jasa terwujud dan tunjangan – tunjangan yang diterima oleh karyawan sebagai bagian dari hubungan kepegawaian. Kompensasi merupakan apa yang diterima oleh karyawan sebagai kontribusi mereka kepada organisasi ( Simamora, 2001:540 ). Selanjutnya Handoko ( 2000:155 ) mendefinisikan kompensasi sebagai segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.

Dessler ( 1998:85 ) mengatakan bahwa kompensasi karyawan merujuk pada semua bentuk upah atau imbalan yang berlaku bagi dan muncul dari pekerjaan mereka, dan mempunyai dua komponen. Ada pembayaran keuangan langsung dalam bentuk upah,gaji,insentif,komisi, dan bonus, dan ada pembayaran yang tidak langsung dalam bentuk tunjangan keuangan seperti asuransi dan uang liburan yang dibayar majikan.

Mejia ( 2001:324 ) membagi kompensasi menjadi tiga komponen. Pertama Base Compensation yaitu bayaran yang jumlahnya sudah ditentukan dan diterima oleh karyawan secara rutin, selain dalam bentuk gaji ( mingguan atau bulanan ) atau upah perjam. Kedua, Pay Incentive yaitu program yang didesain untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Termasuk bonus dan pembagian keuntungan. Ketiga, Indirect Compensation, yaitu sekelompok imbalan yang diberikan untuk keamanan karyawan dan anggota keluarganya. Termasuk asuransi kesehatan,liburan / rekreasi, dan kompensasi jabatan.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kompensasi adalah imbalan yang diterima oleh individu baik finansial atau nonfinansial, langsung atau tidak langsung yang berrasal dari lingkungan pekerjaan itu sendiri maupun lingkungan diluar pekerjaan.

b. Faktor – faktor yang mempengaruhi sistem kompensasi

 Notoatmojo ( 1998:145 ) mengemukakan faktor – faktor yang mempengaruhi sistem kompensasi yaitu :

  1. Produktivitas. Organisasi harus mempertimbangkan produktivitas karyawannya dalam kontribusinya terhadap keuntungan organisai tersebut.
  2. Kemampuan untuk membayar. Organisasi apa pun tidak akan membayar karyawannya sebagai kompensasi, melebihi kemampuannya. Sebab kalau tidak, organisasi tersebut akan gulung tikar.
  3. Kesedian untuk Membayar. Banyak organisasi yang mampu memberikan kompensasi yang tinngi, tetapi belum tentu mereka mau atau bersedia untuk memberikan kompensasi yang memadai.
  4. Suplai dan permintaan tenaga kerja. Bagi karyawan yang kemampuannya sangat banyak terdapat dipasaran kerja, mereka akan diberikan kompensasi lebih rendah dari pada karyawan yang kemampuannya langkah di pasaran kerja.
  5. Organisasi karyawan. Organisasi keryawan ini biasanya memperjuangkan para anggotanya untuk memperoleh kompensasi yang sepadan.
  6. Berbagai peraturan dan perundang – undangan. Dengan semakin baik sistem pemerintahan, maka makin baik pula sistem perundang- undangan, termasuk dibidang perburuhan.

c. Komponen – komponen kompensasi

Dalam penelitian ini komponen – komponen atau jenis – jenis kompensasi di adaptasi dari pendapat Mejia ( 2001:324 ) yang meliputi gaji,insentif, dan tunjangan. Karena ketiga faktor tersebut pada umumnya dapat menimbulkan masalah baik bagi perusahaan maupun bagi karyawannya, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi prestasi kerjanya.

1) Gaji

 Gaji ( Salary ) dibayarkan pada semua pegawai administrasi, pegawai profesional dan pegawai manjerial. Gaji diberikan secara rutin pada tiap bulan atau dengan dasar mingguan. Upah ( Wage ) digunakan khusus yang berhubungan dengantingkat produksi per jam dan untuk pekerja operasional.

Gaji adalah suatu yang diterima karyawan sebagai imbalan atas kontribusinya kepada organisasi ( Werther,W,1996:379 ). Suatu strategi meningkatkan kinerja, motivasi dan kepuasan kerja adalah melalui gaji. Simamora ( 2001:547 ) mengatakan bahwa gaji umumnya merupakan faktor yang penting bagi karyawan sekurang – kurangnya akan mempunyai imbas terhadap pilihan pekerjaan, kepuasan kerja, ketidakhadiran, perputaran karyawan dan kreativitas. Oleh karena itu bila sumber daya manusia memandang gaji mereka tidak memadai,prestasi kerja, motivasi,dan kepuasan kerja mereka akan menurun secara drastis.

2) Insentif

Pengertian insentif adalah tambahan – tambahan imbalan atau tambahan kompensasi yang diterima oleh karyawan sebagai hasil dari prestasi yang melebihi standar. Tujuan mendasar dari program insentif ( Incentive plan ) adalah meningkatkan produktifitas para karyawan guna mencapai suatu keunggulan kompetitif. Program insentif membayar seorang individu atau kelompok untuk apa yang secara persis dihasilkanya ( Simamora,2001:629 ).

Selanjutnya Simamora ( 2001:544 ) mendefinisikan insentif sebagai tambahan – tambahan kompensasi diluar gaji atau upah yang diberikan oleh organisasi. Program – program insentif disesuaikan dengan memberikan bayaran tambahan berdasarkan produktifitas, penjualan,keuntungan – keuntungan, atau upaya – upaya pemangkasan biaya. Tujuan utama program insentif adalah mendorong dan mengimbali produktivitas karyawan dan efektivitas biaya.

3) Tunjangan

Tunjangan adalah pembayaran keuangan tidak langsung yang diberikan kepada karyawan, bisa mencakup misalnya, asuransi jiwa dan kesehatan,cuti,pensiun,rencana pendidikan, dan rabat untuk produk – produk kesehatan ( Dessler, 1998:174 ). Disamping gaji, kompensasi juga meliputi cakupan tunjangn –tunjangan ( benefit ) yang luas. Tunjangan karyawan ( employee benefit ) adalh pembayaran – pembayaran ( payments ) dan jasa – jasa ( services ) yang melindungi dan melengkapi gaji pokok, dan perusahaan membayar semua atau sebagian dari tunjangan ini. Efek utama tipe tunjangan kompensasi adalah menahan karyawan didalam organisasi atas berbasis jangka panjang ( Simamora,2001:663 ).

Benefit atau kompensasi pelengkap ini berbentuk penyediaan paket “ benefit “ dan penyelenggaraan program – program pelayanan karyawan. Benefit dan pelayanan – pelayanan tersebut merupakan kompensasi tidak langsung ( indirect compensation ). Karena biasanya diperlakukan sebagai upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan, dan secara tidak langsung berkaitan dengan prestasi kerja. Kompensasi dalam bentuk upah atau gaji disebut kompensasi langsung ( direct compensation ) karena hal ini didasarkan pada faktor – faktor pekerjaan kritis atau pelaksanaan kerja ( Handoko,2000:182 ).

Program pemberian kompensasi dalam bentuk tunjangan ini adalah untuk membuata karyawan mengabdikan hidupnya pada organisasi dalam jangka panjang. Namun adanya kompensasi tambahan tunjangan seperti ini seringkali kurang disadari oleh karyawan dan belum dirasakan mampu memberikan motivasi ( Flippo,1987:156 )

Gambar 3

Proses Penentuan Tunjangan – tunjangan Karyawan

 
   

 

 

 

 

 

 

Sumber: Simamora,2001:666

  1. 1. Kerangka Pemikiran

Pola perilaku yang selalu terlihat pada aktivitas seseorang pemimpin pada saat berupaya mempengruhi aktivitas bawahannya.adalah gaya kepemimpinan seseorang.

Kerangka pemikiran konseptual yang mendasari penelitian ini adalah bahwa kinerja Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Kota Batu secara individu merupakan sesuatu yang dianggap penting, baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi organisasi/lembaga yang bersangkutan. Kinerja yang tinggi memungkinkan tercapainya tujuan individu dan organisasi Kinerja Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Kota Batu akan dapat dicapai apabila pimpinan menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat. Gaya kepemimpinan  tercermin dari perilaku kepemimpinan, cara memotivasi karyawan dan metode pengendalian karyawan. Dengan demikian kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Kepemimpinan

Gambar

Kerangka Pemikiran konseptual

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi Kinerja Karyawan

 
   

Sondang P (2002: 22) yang menjelaskan bahwa seseorang yang menduduki jabatan pemimpin atau manajerial dalam suatu organisasi memainkan peranan yang sangat penting tidak hanya secara internal bagi organisasi yang bersangkutan akan tetapi juga dalam menghadapi berbagai pihak diluar organisasi yang kesemuanya dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan organisasi mencapai tujuannya

  1. 2. Hipotesis
Berdasarkan landasan teori dan kerangka pemikiran konseptual yang telah dijelaskan di atas, maka dapat dibuat suatu hipotesis penelitian sebagai berikut :

1)      Terdapat pengaruh antara perilaku kepemimpinan, Kompensasi, pengambilan keputusan, motivasi dan metode pengendalian secara sendiri-sendiri terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu.

2)      Terdapat pengaruh antara perilaku kepemimpinan, kompensasi pengambilan keputusan, motivasi dan metode pengendalian secara bersama – sama terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah  Kota Batu.
shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PNS SEKRETARIAT DAERAH KOTA BATU

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

PROPOSAL

1.1        Latar Belakang Masalah.

Adanya Otonomi Daerah mendorong daerah daerah muda otonom hasil pemekaran untuk berbenah diri mengejar ketinggalan pembangunan, salah satunya adalah sumberdaya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi karena sumberdaya manusia sangat mempengaruhi efesiensi dan efektifitas dalam usaha untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi pemerintahan. Efektifitas pengelolaan dan pendayagunaan sumberdaya yang dimiliki organisasi, tergantung dari kemampuan organisasi dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya tersebut. Sumberdaya manusia juga sangat menentukan tingkat keunggulan bersaing suatu  organisasi dengan organisasi lainnya.

Pada hakekatnya MSDM merupakan suatu upaya pengintegrasian kebutuhan personil dengan tujuan organisasi, agar individu dapat memuaskan kebutuhannya sendiri walaupun bekerja untuk tujuan organisasi. Saat ini pengakuan terhadap manusia senantiasa mempunyai kedudukan yang semakin penting. Meskipun berada, atau sedang menuju dalam masyarakat yang berorientasi kerja, yang memandang kerja suatu yang mulia tanpa mengabaikan manusia yang melakukan pekerjaan tersebut.

Manusia sebagai anggota organisasi dalam melakukan proses pekerjaan akan sangat dipengaruhi oleh kepribadian yang berbeda-beda, misalnya sifat, sikap, nilai-nilai, keinginan dan minat dan itu akan berpengaruh pada gaya kepemimpinanya juga pada kinerja.

Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku konsisten yang diterapkan pemimpin  dengan  melalui orang lain, yaitu  pola perilaku yang diperlihatkan pimpinan pada saat mempengaruhi orang lain,  seperti dipersepsikan orang lain.  Gaya bukanlah  soal  bagaimana  pendapat pemimpin  tentang  perilaku  mereka sendiri dalam

memimpin, tetapi bagaimana persepsi orang lain, terutama bawahannya, tentang perilaku pemimpinnya (Hersey dan Blanchard,1995 ;P.113).

Melalui gaya kepemimpinan yang dimiliki seorang pemimpin, ia akan mentranfer beberapa nilai seperti penekanan kelompok, dukungan dari orang-orang/karyawan, toleransi terhadap resiko, kriteria pengupahan dan sebagainya. Pada sisi lain, pegawai akan membentuk suatu persepsi subyektif mengenai dasar – dasar nilai yang ada dalam organisasi sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan pimpinan melalui gaya kepemimpinan.

Untuk menyeleraskan antara nilai-nilai individu dan nilai-nilai perusahaan dibutuhkan suatu proses yang disebut sosialisasi. Proses sosialisasi akan sempurna jika pegawai baru merasa senang pada pekerjaan dan organisasinya. Pendatang baru merasa diterima oleh rekan kerjanya sebagai orang yang dipercayai dan memiliki nilai-nilai, menimbulkan rasa percaya diri bahwa dia mampu mengerjakan pekerjaan secara sukses memahami sistem yang ada, tidak hanya yang berkaitan dengan tugas-tugasnya saja, tetapi juga dengan peraturan yang ada.

Gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan  sangat mempengaruhi kondisi kerja, dimana akan berhubungan dengan bagaimana karyawan menerima suatu gaya kepemimpinan, senang atau tidak, suka atau tidak. Di satu sisi gaya kepemimpinan tertentu dapat menyebabkan peningkatan kinerja,sedangkan sebaliknya disisi lain dapat menyebabkan penurunan kinerja.

Salah satu cara untuk mendapatkan sumberdaya yang berkualitas adalah melalui penerapan sistem kompensasi yang tepat pada perusahaan.  Hal ini didasarkan masih berlakunya anggapan masyarakat bahwa besarnya imbalan yang berupa uang masih merupakan faktor  penting yang mendasari seseorang untuk bekerja.  Jadi tendensi utama bagi seseorang dalam memutuskan untuk bergabung atau tidak dengan perusahaan adalah sejauh mana sistem kompensasi pada perusahaan tersebut mampu memberikan imbalan yang layak bagi mereka.

Penerapan kompensasi mempunyai tujuan untuk memikat, merekrut, mempertahankan dan memotivasi Pegawai Negeri Sipil potensial agar lebih bersemangat dalam bekerja.  Desain sistem kompensasi yang tepat juga akan memunculkan interest individu karyawan dan mengintegrasikannya kedalam strategi-strategi organisasi, sehingga menumbuhkan kinerja organisasi yang tinggi.

Pada sebuah organisasi pemerintahan, sangat membutuhkan sumberdaya yang berkualitas dan mempunyai tingkat inisiatif serta kapabilitas yang tinggi. Untuk mendapatkan keunggulan , perusahaan memerlukan karyawan yang berkualitas dan mempunyai keahlian yang tinggi. Selain itu perusahaan harus mampu menumbuhkan motivasi dan meningkatkan  kinerja karyawan yang ada untuk memenangkan persaingan dalam memajukan organisasi.

Ditinjau dari sisi kewajiban pemerintah  terhadap hak-hak PNS, pemberian kompensasi merupakan hak yang wajib diberikan .Sesuai dengan prinsip keadilan dalam hukum Islam diantaranya disebutkan dalam hadits; “Berikanlah upah seorang buruh sebelum mengering keringatnya”. (HR. Ibnu Majah).  Dan juga ”Seorang mendapatkan tunjangan sesuai dengan pengorbanannya, seseorang mendapatkan tunjangan sesuai dengan  kebutuhannya”. (HR. Ahmad).

Prinsip-prinsip keseimbangan diatas memberikan statement bahwa upah adalah harga atau nilai dari kerja.  Sehingga karyawan berhak untuk mendapatkannya secara adil berdasarkan kemampuan, keahliannya dan kualitas kerja mereka tanpa penundaan dan pengurangan.

Dalam kaitannya dengan pemberian kompensasi kepada karyawan, secara umum jelas sistem kompensasi standart belum bisa dikatakan layak untuk suatu kerja yang membutuhkan tingkat kapabilitas yang sangat tinggi.

Memang sejauh ini belum ada sistem kompensasi terbaik yang bisa berlaku  Suatu organisasi menggunakan cara yang berbeda dengan perusahaan lain, dan satu kelompok menggunakan cara yang berbeda dengan kelompok lainnya. Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor keuntungan (advantage) dan kerugian (disadvantage) yang berbeda pada setiap perusahaan.  Dengan demikian hanya terdapat sejumlah determinan yang mempengaruhi perusahaan dalam menyusun konsiderasi umum (general consideration).Hal ini terjadi pada pemerintah kota batu dimana terjadi pergantian kepemimpinan walikota batu masa bakti 2007-2013 yang tentunya dengan style yang berbeda dari kepemimpinan sebelumnya dimana di masa 4 bulan kepemimpinan telah mengeluarkan kebijakan peraturan walikota pemberian tunjangan kerja bagi pegawainya dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai negeri. Kenyataan menunjukan bahwa kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kota Batu belum sepenuhnya memenuhi harapan sesuai standar kinerja yang ditetapkan berdasarkan misi organisasi yaitu memberikan pelayanan yang cepat dan sebaik – baiknya kepada masyarakat.

Dan berdasarkan kondisi diatas  maka penelitian ini diberi judul Pengaruh Kepemimpinan dan kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Penelitian ingin dilakukan pada Sekretariat Daerah Kota Batu karena ditemukan adanya indikasi absensi dan ketepatan waktu pengerjaan tugas yang sangat berkurang hal ini dapat diketahui dari daftar absensi setiap hari dan tanggungan pekerjaan yang belum terselesaikan serta dari Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS sebagai berikut:

TAHUN 2006 TAHUN 2007
ABSENSI 60 % ABSENSI 60 %
TANGGUNGAN PEKERJAAN 60 % TANGGUNGAN PEKERJAAN 60 %

Dari data tersebut diatas maka tulisan ini mencoba untuk menemukan pengaruh antara kepemimpinan dan kompensasi mampu berpengaruh meningkatkan Kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu.

1.2 Perumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan diatas maka dapatlah dirumuskan masalah utama yang terkait dalam tulisan ini, sebagai berikut :

  1. Bagaimana gambaran kepemimpinan,kompensasi serta kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu?.
  2. Apakah kepemimpinan dan Kompensasi dapat berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu?.
  3. Diantara kepemimpinan dan kompensasi manakah yang paling berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu?.

1.3 Batasan Masalah

Gaya Kepemimpinan yang dipraktekkan di Sekretariat Daerah Kota Batu khususnya Walikota Batu patut diduga  adalah menggunakan  Teori Kepemimpinan Contingency merupakan teori – teori kepemimpinan yang menjelaskan efektifitas kepemimpinan dalam hubungannya dengan variabel – variabel moderator situasional ( Yulk, 1998:P.162 ) menurut lebih lanjut Yulk mengemukakan teori kepemimpinan contingency ( Teori Reddin`s ) Teori ini dikenal dengan istilah “Reddins Tree Dimensional Of Leadership Effective”., Gaya yang efektif menurut Reddin ada  empat yakni :

  • 1. Executive.  Gaya ini banyak memberikan perhatian pada tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerja.
  • 2. Developer;  Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum  terhadap hubungan kerja, dan perhatian yang minimum  terhadap tugas-tugas pekerjaan
  • 3. Benevolent autocrat;  Gaya ini memberikan perhatian  yang maksimum terhadap tugas dan perhatian yang minimum terhadap hubungan nkerja.
  • 4. Birokrat; Gaya ini memberikan perhatian yang minimum terhadap baik tugas maupun hubungan kerja.

Untuk itu Walikota Batu mencoba meningkatkan kinerja PNS dengan cara mengeluarkan kebijakan Peraturan walikota mengenai Tunjangan Kerja yaitu adanya pay insentif yaitu program yang didesain untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi Mejia (2001:324),tambahan – tambahan imbalan atau tambahan kompensasi yang diterima oleh pegawai sebagai hasil dari prestasi yang melebihi standar. Tujuan mendasar dari program insentif ( Incentive plan ) adalah meningkatkan produktifitas para pegawai guna mencapai suatu keunggulan kompetitif.

Diharapkan adanya kepemimpinan birokrat dan kompensasi Menurut Swasto (1996:30) ada beberapa cara untuk mengukur kinerja secara umum,yang ada akan meningkatkan kinerja PNS dengan indikator :

  1. Quality , merupakan tingkat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan yang diharapkan.
  2. Quantity, merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit, jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan.
  3. Ketepatan waktu masuk bekerja.

Adapun batasan responden hanya pada lingkungan sekretariat daerah kota batu sebanyak 36 responden PNS.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penilitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui gambaran kepemimpinan,kompensasi serta kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu
  2. Untuk mengetahui apakah kepemimpinan dan Kompensasi dapat berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu.
  3. Untuk menjelaskan diantara kepemimpinan dan kompensasi manakah yang paling berpengaruh terhadap kinerja PNS Sekretariat Daerah Kota Batu

1.5 Manfaat Penelitian

  1. Penelitian ini diharapkan nantinya bisa memberikan masukan informatif tentang      kepemimpinan dan kompensasi dalam kaitannya dengan  Motivasi kinerja PNS.
  2. Diharapkan juga dapat memberikan masukan kepada organisasi pemerintahan khususnya Sekretariat Daerah Kota Batu untuk lebih memahami kepemimpinan dalam tugas dan pekerjaan.

3.  Selanjutnya penelitian ini diharapkan juga memberikan kontribusi bagi Pimpinan Satuan kerja Perangkat Daerah Kota Batu dalam melaksanakan Tugas Negara.
shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , | Leave a Comment »

TERAPI CAIRAN RUMATAN PADA BAYI DAN ANAK

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 10/11/2009

TERAPI CAIRAN RUMATAN PADA BAYI DAN ANAK

1. Pendahuluan.

Pemberian terapi cairan rumatan pada bayi dan anak hampir secara rutin dilakukan baik di bangsal perawatan anak maupun di bangsal perawatan ICU. Namun masih banyak hal yang kurang mendapat perhatian dalam pelaksanaan pemberiannya sehingga hasil yang didapat kurang memuaskan bahkan kadang-kadang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dari pemberian cairan rumatan.

Prinsip dari terapi cairan rumatan adalah “ memberikan terapi cairan yang tepat pada kondisi klinis yang tepat”.

Pengetahuan mengenai fisiologi cairan tubuh sangat penting agar dapat menilai perubahan-perubahannya yang mungkin mengganggu dan menyebabkan gejala-gejala penyakit.

Tata cara penanggulangannya berhubungan erat pula  dengan fisiologi keseimbangangan air dan elektrolit, serta perkembangannya sehubungan dengan tumbuh kembang bayi dan anak.

2. Jumlah air di dalam tubuh ( % BB )

Intra Uterin Ekstra uterin
Bulan Saat lahir Bulan Tahun
3 5 0 0 – 1 1 – 12 1 – 12 > 12
94 80 78 75 65 65 60

Air di dalam tubuh terdapat di dalam ruangan intraseluler dan ekstraseluler

3. Distribusi air dalam tubuh ( % BB)

intrauterin Ekstrauterin
5 bulan Saat lahir Bulan Tahun
0 – 1 1 – 12 1 – 12
Intraseluler 25 33 45 45 45
Ekstraseluler 60 45 30 25 20

Bila dilihat distribusi yang lebih lanjut, sebagai berikut :

Komposisi elektrolit dalam cairan tubuh terlihat sebagai berikut :

Jenis Na+ K+ Ca++ Mg++ H2CO3 Cl HPO4- SO4- HCO3- As.org Prot
Plasma 142 4.5 5 3 1.4 103 2 1 27 5.5 16
Ekstraseluler 140 4.5 3.5 3 1.4 114 2 1 27 5.5 1.5
Intraseluler 15 157 5 27 1.4 4 100 18 10 - 72

Sedangkan input cairan berasal dari :

Oral                  : minuman         50 %

Makanan         15 %

Metabolisme                              15 %

Output berasal dari :

Urin                                          50 %

Kulit                                          30 %

Pori                                           15 %

Tinja                                         5   %

Gangguan keseimbangan cairan pada anak relatif sangat mudah terjadi

Hal in disebabkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. luas permukaan tubuh anak relatif lebih luas dibandingkan orang dewasa.
  2. jumlah air tubuh total dibandingkan dengan berat badan relatif lebih besar dari         orang dewasa.
  3. kebutuhan dan pertukaran air perhari pada bayi lebih besar dibandingkan dengan dewasa.
  4. distribusi cairan pada bayi dan anak berbeda dengan dewasa.
  5. fungsi hemostasis bayi dan anak relatif belum sempurna dibanding dewasa.

Oleh karenanya tujuan utama pemberian cairan dan elektrolit yang rasional adalah sangat dibutuhkan untuk menciptakan seoptimal mungkin milieu intrieur yang seimbang, terutama yang menyangkut  :

-          Keseimbangan cairan tubuh

-          Keseimbangan elektrolit tubuh

-          Keseimbangan asam basa

-          Osmalaritas tubuh

Pemberian cairan pada bayi dan anak bertujuan sebagai :

  1. cairan resusitasi atau pengganti
  2. cairan rumatan

4. Cairan resusitasi

Cairan yang digunakan

KRISTALOID KOLOID
NS

 

NaCl 3 %

RL

Asering

Plasma dan komponennya :

 

- FFP

- Albumin

- Plasmanate

Darah

Pengganti plasma :

- Otsutran

- Hestastarch

Keuntungan Keuntungan
-          meningkatkan volume darah

 

-          mengganti cairan ekstraseluler yang hilang

-          mengurangi viskositas darah

-          menginduksi diuresis

-          mudah didapat

-          relatif lebih murah

-          dengan volume sedikit diperoleh peningkatan cairan intravaskuler yang besar

 

-          lebih lama bertahan di intravaskuler

-          jarang menimbulkan edema paru

5. Cairan rumatan : mempertahankan kebutuhan cairan dan elektrolit

Sebaiknya direncanakan terlebih dahulu mengenai :

  1. jumlah cairan dan elektrolit yang dipakai
  2. jenis / komposisi cairan
  3. kecepatan pemberian cairan
  4. pemantauan

Kebutuhan cairan rumatan dapat dipakai formula Holliday-Segar

Berat Badan ( Kg ) Jumlah Cairan ( cc )
3 – 10

 

10 – 20

> 20

BB x 100

 

1000 cc + 50 ( BB – 10 )

1500 cc + 20 ( BB – 20 )

Kebutuhan juga harus disesuaikan dengan keadaan keadaan tertentu seperti tertera dalam tabel di bawa ini :

Keadaan / penyakit Faktor penyesuaian
Udara inspirasi yang lembab 6 0.75
Keadaan metabolisme basal 6 0.7
SIADH 0.7
Hipotermi - 12 % / derajat < 37oC
Kelembaban udara tinggi 6 0.7
Kegagalan ginjal 6 0.3 ( + urin output )
Aktivitas penuh 6 1.5
Demam + 12 % / derajat > 37oC
Suhu ruangan > 31oC + 30 % / derajat > 31oC
Hiperventilasi 6 1.2
Neonatus :

 

Prematur

Mamakai inkubator

Foto terapi

6 1.2

6 1.5

6 1.5

Luka bakar :

 

Hari I

Hari berikutnya

+ 40 % / % luka bakar

+ 20 % / % luka bakar

6. Kebutuhan elektrolit perhari

Elektrolit Jumlah kebutuhan / 24 jam / kg BB
Na

 

K

Cl

Mg

Ca

PO4

O2

Glukosa

3 – 4 mEq

 

2 – 3 mEq

3 – 4 mEq

0.35 – 0.45 mEq

20 – 200 mg

3 – 10 mg

0.1   – 0.2 mmol

200 – 400 g / kg BB / jam

7. Kebutuhan cairan / elektrolit defisit

Jenis                                         Defisit                           Dosis

Air                                            5 %                              Rumatan + ( rumatan x 0.5 )

10 %                             Rumatan + ( rumatan x 1.0 )

> 15 %                         Rumatan + ( rumatan x 1.5 )

elektrolit                        hipotonik                       Isotonik             Hipertonik

( mEq / kg BB / 24 jam )

Na                                10 – 12             8 – 10                           2 – 4

K                                  8 – 10                           8 – 10                           0 – 4

Cl                                 10 – 12             8 – 10                           2 – 6

Ca                                200 mg/kg BB/24 jam terbagi, IV slow tiap 3 – 4 jam (glukonat)

Mg                                0.8 mEq/kgBB/24 jam dibagi 3 dosis IV slow

PO4                              5 – 10 mg/kgBB, IV tiap 6 jam (initial dose)

Glukosa             100 mg/kg BB/jam, dapat diulang sampai KGD 90 mg/dL

Jenis cairan rumatan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien tersebut

8. Beberapa contoh cairan rumatan

Cairan

Elektrolit mEq/L

Dextrose

(Gr)

Kalori

(Kcal)

Osm

mOsm/L

Na+

K+

Cl-

Laktat

Asetat

HSD

KA EN 1B

KA-EN 3A

KA-EN 3B

KA-EN 4A

KA-EN 4B

KA-EN Mg3

60.5

38.5

60

50

30

30

50

17.5

-

10

20

-

8

20

51.5

38.5

50

50

20

28

50

-

-

20

20

10

10

20

-

-

-

-

-

-

-

25

37.5

27

27

40

37.5

100

100

150

108

108

160

150

400

295

285

290

290

284

284

695

Selain ini cairan koloid dan cairan resusitasi dapat juga digunakan sebagai cairan rumatan bergantung kepada kondisi dan kebutuhan pasien.

9. Kesimpulan

Pemberian cairan yang optimal pada bayi dan anak merupakan hal yang sangat penting dalam pengelolaan terapi cairan agar didapat suatu keadaan yang optimal sesuai dengan prinsip dari pemberian cairan dan elektrolit yaitu “ memberikan terapi cairan yang tepat pada kondisi klinis yang tepat “. Dan kenali cairan yang diberikan.

10. Kepustakaan

  1. Perkin R M : Levin D L : Mineral and glucose requarement and abnormalitis in the essential of pediatrics intensive care : Levin & Morrs (ed), QMP Inc. St. Louis Misouri, 1990. p 121 – 36
  2. Kasim Y A : Fisiologi Cairan dan Elektrolit pada bayi dan anak, dalam Simposium Nasional PGD IV, Malang 5 Desember 1998.
  3. Adelman RD, Solhaug M J : Pathophysiology of body fluids and fluid theraphy, Dalam : Behrman, Kliegman, Jenson (ed), Nelson Textbook of Pediatrics, WB Sounders, Philadelphia, ed. 16. 2000. p.189-227
  4. Prasetyo D : Patofisologi Homeostasis. Dalam: Penatalaksanaan Syok pada Anak pada Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak Berkelanjutan II, Bandung 12 – 13  Juni 2000.

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , , , , , , | Leave a Comment »

Penawaran Pemberian Pelatihan Untuk Staff Guna Menunjang Kinerja dan Menaikan Omset Penjualan

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 05/11/2009

INDEPENDENT Training – Developing – Consulting

(Piranhamas Group) Jl. Ikan Piranha Atas V No. 1, Malang – 65142

Telp. : 0341 487 600, HP. : 081 333 841183, 0341 5455330

Malang, 03 Mei 2009

Kepada YTh : Bp. Yanto Gautama (J . M . G)

Jl. Letjend. S. Parman No. 11 A – 115, Malang

Phone : 0341 – 494454, 482148, 484567, Fax. 0341 – 479595

Perihal : Penawaran Pemberian Pelatihan Untuk Staff

Guna Menunjang Kinerja dan Menaikan Omset Penjualan

Dengan Hormat,

Bersama dengan ini kami dari Independent Training – Developing – Consulting, mengajukan penawaran kepada JMG yang ditujukan kepada para Staff untuk memberikan pelatihan yang difokuskan kepada :

  1. Sikap dasar etika pelayanan.
  2. Menangani dan melayani tamu serta aturan dan tata cara bertelephone.

Adapun untuk pelaksanaannya kami bagi dalam 2 tahap masing masing 1,5 jam dengan model dikelas dan praktek langsung. Untuk fasilitas yang kami berikan :

  1. Laptop dan LCD Projector sudah disediakan oleh pihak Trainer.
  2. Hardcopy sampai dengan 10 orang disediakan oleh Trainer.
  3. Sertifikat sampai dengan 10 orang disediakan oleh Trainer, jika diinginkan lebih dari 10 orang (sertifikat perorang Rp. 5.000,-).
  4. Disediakan door price dari Trainer.

Dan untuk pelaksanaan disampaikan di Hari Minggu di mulai jam 09:00 sampai selesai menyesuaikan dengan kebutuhan para peserta.

Mengenai penawaran biaya terbaik yang kami berikan kepada JMG untuk kedua pokok bahasan diatas dan lebih lengkapnya kami sertakan dibawah sebagai lampiran, serta bonus dari kami kepada pihak JMG adalah laporan review setelah training dilakukan apakah dijalankan atau bahkan memberikan nilai lebih buat JMG dalam TNA (Training Need Analysis), seharga Rp. 1.250.000,- (#satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah#).

Demikian yang kami sampaikan, semoga terjalin kerja sama dikemudian hari yang saling menguntungkan. Kami selalu menunggu konfirmasi dan khabar baiknya.

Hormat kami,

Agus Setiyawan

Project Manager Professional Training for Management and Technical Staff

SERVICE EXCELLENT 1

SIKAP DASAR ETIKA PELAYANAN

I. PERANAN

Sikap penampilan seorang Costumer Service merupakan kesan pertama dari para pembeli. Kesan positif akan membawa dampak perasaan senang dari para pembeli sehingga mereka akan merasa senang , kerasan dan puas. Tetapi sebaliknya bila kesan negatif yang di terima tamu karena tindakan atau sikap penampilan Costumer Service yang negative maka para konsumen akan kecewa dan enggan berkunjung lagi.

Sikap penampilan yang positif harus benar-benar diterapkan oleh semua karyawan, terutama pada bagian-bagian yang langsung berhubungan dengan para tamu. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa sikap dan penampilan positif dari para karyawan, mempunyai peranan yang stategis dalam upaya menciptakan kondisi dan image positif bagi perusahaan.

II. FAKTOR-FAKTOR SIKAP DASAR PROFESIONAL

Untuk memiliki sikap dasar yang baik dalam usaha mie sangat ditentukan oleh faktor yang melekat pada diri tenaga kerja yang bersifat :

* Internal                    : Kepribadian

* External                    : Kondisi fisik secara utuh

Guest Relation

Team work yang baik

Kepribadian

Bentuk kepribadian meliputi :

  1. 1. Sopan santun dan ramah tamah

Seorang tenaga kerja di bagian manapun harus bersikap hormat dan sopan kepada tamu, rekan sekerja atasan dan bawahan. Selain itu harus bersikap ramah tamah, walaupun mungkin dalam situasi berat dan lelah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kesan ramah dan sopan santun :

  • Berbicara dengan jelas dan irama yang menyenangkan.
  • Mempunyai   kebiasaan tersenyum waktu berbicara.
  • Mengucapkan salam kepada para tamu dan rekan kerja yang ditemui di lingkungan tempat kerja, lebih sopan dengan menyebut nama.
  • Tidak mempunyai kebiasaan memotong pembicaraan orang lain.
  1. 2. Jujur dan siap menolong

Faktor kejujuran merupakan hal yang utama ditanamkan bagi setiap calon karyawan usaha terutam jasa,  karena pada saat membeli konsumen menginginkan rasa nyaman dan aman akan keberadaannya, hal ini dikaitkan dengan barang bawaan para pembeli. Disinilah para kaeyawan diuji kejujurannya, karena sekali berbuat tidak jujur tidak akan dipercaya lagi, bahkan mengandung resiko berat bagi kelangsungan usaha.

Sikap tidak jujur akan merugikan anatra lain, nama perusahaan akan jatuh  akibat ketidakjujuran karyawan dimata konsumen. Dengan sikap jujur para karyawan akan mendorong usaha tambah maju, yang berarti kemajuan pula bagi karyawan.

Para konsumen yang calon membeli ingin sesuatu bukan hanya yang berupa material tapi juga rasa aman dan  service yang memuaskan.

Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi semua pelayan untuk bisa secara cepat dan tepat memberikan pertolongan atau bantuan yang diperlukan tamu.

Bentuk pertolongan secara sederhana, misalnya :

Menawarkan sesuatu tanpa diminta,  bahkan tersenyum pun dapat di kategorikan sebagai pertolongan bagi para konsumen yang baru tiba di outlet kita.

  1. 3. Tepat waktu

Dalam bekerja berhubungan erat dengan waktu, sehingga di perlukan waktu baik dalam kehadiran jam kerja serta pelayanan kepada para tamu yang memerlukan waktu. Untuk itu jadwal kerja yang sudah di tetapkan harus di tepati. Agar tidak terjadi beban hendaknya datang 15 menit lebih awal, sehingga pada saat pergantian shift, sempat mengadakan serah terima dengan karyawan yang akan pulang mengenai hal-hal yang perlu di selesaikan. Apalagi jika hal ini berhubungan dengan tamu.

Kondisi fisik (Penampilan)

Penempilan seoarang karyawan dapat menimbulkan kesan tertentu secara keseluruhan. Dengan demikian setiap karyawan harus memperhatikan ,  memelihara dan menjaga kesehatan serta kebersihan badan maupun pakaian serta sikap tubuh yang menunjukakkan kesiapan dengan tugas – tugas.

  1. a. Keadaan tubuh

Bagian tubuh yang perlu mendapat perhatian :

  1. Rambut                         5.  Kumis dan Jenggot
  2. Tangan dan kuku                        6.  Postur : berdiri selalu tegak dan tegap
  3. Gigi                                           7.  Pakaian seragam
  4. Kaki

Pakaian seragam yang di berikan oleh perusahaan di samping untuk keindahan dan keserasian juga menimbulkan rasa kebersamaan. Selain itu juga untuk menimbulkan rasa kebanggaan yang ingin di tonjolkan sehingga membentuk image positif ke perusahaan kita.

  1. b. Kebiasaan – kebiasaan negatif

Seperti : merokok, bersin,  menggaruk – garuk bagian tubuh, memasukkan jari ke lubang hidung agar di kendalikan. Kebiasaan positif : selalu mengatur kebersihan lingkungan dan alat kerja, kebiasaan ini harus di pupuk dan di kembangkan.

C  GUEST RELATION / HUBUNGAN DENGAN TAMU

Guest relation didalam dunia penjualan memegang peranan penting untuk memberikan kesan positif serta menimbulkan hasrat tamu untuk memebeli  pruduk dari usaha kita. Hal ini penting dipahami terutama bagi para petugas pelayanan yang langsung berhubungan dengan tamu. Faktor  penting  yang harus dipahami  dan diterapkan meliputi : penampilan, cara berbicara, keadaan fisik serta kesiapan membantu tamu, yang kesemuanya ini dirumuskan dalam singkatan PLEASE.

P – Postur (sikap tubuh yang baik)

L – Look and listen (senantiasa mengamati dan mendengarkan)

E – Expression (raut muka yang menyenangkan)

A – Appearance (peampilan yang pantas)

S – Speech and smile (berbicara jelas dan tersenyum ramah)

E – Eagerness to serve (bersemangat melayani)

Tindakan untuk memperbaiki pelayanan

  1. Memanggil dengan namanya.
  2. Tersenyum kepada semua tamu sambil menatap matanya.
  3. Sapa dan berbicara dengan tamu.
  4. Dengarkanlah para tamu, tentang apa yang diinginkannya.
  5. Sapa dan berbicara dan menyapa anak-anak yang menyertai tamu.
  6. Bantulah mengambilkan barang yang jatuh atau memberikan dan memberikan jika ada yang tertinggal
  7. Biasakan segera memungut kertas atau kotoran-kotoran di tempat umum jika menemukan.
  8. Bantulah membawakan barang jika diperlukan.
  9. Terima saran para tamu dan ucapakan terimakasih atas sarannya.
  10. Menyampaikan terimakasih atas kunjungannya.

Kerja sama

Usah jasa atau non jasa mempunyai tujuan yang sama diantaranya yang terpenting adalah memperoleh keuntungan / profit maksimal. Tujuan ini dapat dicapai bilamana ada iklim atau kondisi kerja sama dari seluruh karyawan. Kerja sama yang ada meliputi kerja sama antar pegawai dalam satu out late  atau bekerja sama antar unit kerja sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu menjadi tugas dan tanggung jawab para karyawan yang langsung membawahi operasional kegiatan. Adalah menjadi tugas para karyawan untuk selalu memupuk rasa kebersamaan diantara karyawan serta memupuk rasa ikut memiliki (sense of belonging). Pemahaman prosedur kerja (SOP) adalah dasar yang penting bagi para karyawan untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan. Hal tersebut tentunya harus didasari oleh semangat dan implementasi dari Visi – Misi yang sudah ditetapkan perusahaan

SERVICE EXCELLENT 2

GUEST HANDLING AND TELEPHONE COURTESY

  1. 1. GUEST HANDLING

Dalam Industry Jasa, pelayanan yang sempurna sangatlah diutamakan, karena hal tersebut merupakan hal yang dijual untuk memberikan kepuasan terhadap para konsumen.

Untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan bagaimana memberi pelayanan yang baik.

Manajemen Mental dan Moral

Kita tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen jika kita sendiri tidak bisa mengatur atau mengontrol diri kita. Hal-hal yang harus diperhatikan agar kita bisa mengatur atau mengontrol diri kita adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana mengatur dan mengontrol mental dan moral kita
  2. Manusia terdiri dari jiwa dan raga
  3. Bagaimana menjaga agar tubuh dan jiwa tetap sehat
  4. Bagaimana solusinya untuk mencegah sifat yang merusak

Kompetensi Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memberi Pelayanan

  1. Penampilan
  2. Percaya Diri
  3. Kesabaran
  4. Disiplin
  5. Komunikatif
  6. Kreatif
  7. Kualitas dan Kuantitas Kerja
  8. Keinginan Untuk Belajar
  9. Kepemimpinan

Sikap Dalam Melayani Konsumen

  1. Perlakukan konsumen dengan ramah
  2. Ciptakan kesan pertama
  3. Lakukan kontak mata dengan konsumen
  4. Dengarkan konsumen
  5. Ciptakan rasa percaya diri
  6. Ucapkan terima kasih
  7. Penuh perhatian pada konsumen
  8. Menghargai konsumen
  • Perilaku
    • Motif
      • Nilai
  1. Bantu keinginan konsumen
  • Cari tahu keinginan konsumen
  • Identifikasi keinginan konsumen
  • Puaskan keinginan konsumen
  1. Buatlah konsumen puas dan nyaman
  • Berterima kasih kepada konsumen
  • Undang konsumen untuk kembali
  • Lakukan hal terbaik agar konsumen kembali

Mengatasi Komplain dan Problem

Problem dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Technical problem
  2. Service related problem
  3. Attitudinal problem

Beberapa cara untuk mengatasi komplain dan problem

  1. Minta maaf
  2. Jangan emosi dan egois
  3. Jangan berdebat dengan konsumen
  4. Cari inti masalahnya
  5. Dengarkan konsumen baik-baik
  6. Catat komplain dari konsumen bila perlu
  7. Lapor ke atasan jika tidak bisa mengatasi masalah

  1. TELEPHONE COURTESY AND COMMUNICATION SKILL

Empat hal yang paling penting dan mendasar untuk memuaskan konsumen atau pelanggan yaitu:

  1. Terampil untuk berbicara
  2. Terampil untuk memuji
  3. Terampil untuk mendengarkan
  4. Terampil untuk mengkritik

Komunikasi dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. 1. Komunikasi Langsung

Untuk meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi ada 3 hal yang bias kita lakukan:

  • Bersosialisasi
  • Positive thinking
  • Bergabung dalam organisasi, debat, seminar, dll
  1. 2. Komunikasi Tak Langsung

Misal : komunikasi melalui telepon

Tata Cara Percakapan Dalam Telepon

  1. Angkat segera saat telepon berbunyi
  2. Menyebut nama perusahaan
  3. Mengucapkan salam
  4. Sebut nama penerima telepon
  5. Tawarkan bantuan
  6. Tanyakan dari mana
  7. Apa kepentingannya
  8. Tulis pesan atau hal penting
  9. Ucapkan salam sebelum mengakhiri percakapan
  10. Gunakan bahasa yang jelas, singkat tetapi sopan
  11. Biarkan penelpon menutup telepon terlebih dahulu

shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , , , | 1 Komentar »

JOB DESCRIPTION WAITER dan WAITRES

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 05/11/2009

JOB DESCRIPTION WAITER & WAITRES

Jabatan                                  : Waiter dan Waitres

Atasan Langsung                    :  Captain F&B Service

Area kerja                               : Restaurant & Banquet

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

  • Bacalah log book sebelum anda memulai pekerjaan.Mintalah waiter / waitrees  senior untuk menerangkan sesuatu yang ditulis terakhir di log book tadi dengan jelas, karena log book adalah sarana informasi berantai diantara karyawan dalam satu bagian department.
  • hadir di briefing sebelum bekerja di dapur / back office. Catat semua informasi yang berkaitan dengan special menu hari ini, tamu group, event, VIP Guest, meeting arrangement dsb.
  • Periksa area kerja anda seperti kebersiha area restaurant, kerapihan meja dan kursi makan, jendela kaca, periksa kelengkapan station.
  • Daftar menu harus selalu di check kebersihannya, kerapiannya, kelengkapan isinya setiap kali sebelum di berikan kepada tamu.
  • Periksa kelengkapan bahan minuman yang akan dijual seperti kopi, tea, buah-buahan, gula, syirup dsb. Jangan sampai kehabisan.
  • Periksa kelengkapam China wire dan Cutleries untuk pelayanan di restaurant maupun di buffet jangan sampai barang tersebut cacat atau kotor, pastika barang-barang tersebut benar-benar bersih dan hygiene.
  • Periksalah meja buffet agar selalu bersih tidak makanan yang tececer di meja juga kelengkapan makanan di meja buffet jangan sampai kehabisan.
  • Memeriksa dan menanyakan pada F&B Product menu yang sold out pada hari itu.
  • Memeriksa dan merapikan serta melengkapi station.
  • Inventory kelengkapan peralatan kerja.
  • Mempersiapkan air minum da ruang meeting dan menuang kembali saat break meeting ( jangan sampai airnya habis ).
  • Menyiapkan meja banquet untuk buffet serta lay out meja kursi makan di area yang telah di tentukan.
  • Menyiapkan dan membantu pengerjaan event meal box / out side gathering.
  • Memeriksa seluruh kelengkapan restaurant ketika akan tutup diantaranya mengunci pintu, lemari, laci, dan etalase. Pastikan semua dalam keadaan terkunci.
  • Bertanggung jawab terhadap minishop baik kelengkapan barang maupun inventory dan penjualan.
  • Koordinasi dengan Front Office untuk informasi jumlah tamu yang akan breakfast besok agar kitchen dapat menyiapkan menunya dan fruit basket.
  • Membantu Cashier untuk menyiapkan bill untuk tamu.
  • Inventory bulana untuk China wire dan cutleries.
  • Membantu F&B Product untuk menyiapkan makanan dan minuman yang sudah di pesan oleh tamu
  • Merawat dan menyimpan semua perlatan f&b pada tempat yang sudah ditentukan diantaranya chaffing dish ,china ware,glass ware ,cutlerie etc
  • Membersihkan area mini shop dan mengatur display dari barang-barang yang dijual agar kelihtan menarik dan rapi
  • Membersihakn dan merapikan lobby lat 3 dan pantry juga store f&b setiap selesai acara dan mengontrol kebersihan meja dan kursi juga kerapihannya setiap saat ..

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE WAITER/WAITREES

  1. WELLCOMING GUEST
  • Sambut tamu yang masuk ke restaurant ucapkan salam sesuai standard service.
  • Tanyakan berapa orang yang akan makan bersama dan antarkan tamu sesuai dengan jumlah kursi dan jumlah orang yang akan makan bersama. Jika jumlah kursi kurang dari jumlah orang yang akan makan, tariklah beberapa kursi dan meja untuk didekatkan bersama-sama membentuk sebuah meja yang panjang dan persilahkan duduk. Bantulah menggeser kursi bagi oarng yang sudah tua, wanita yang senior sambil memberikan daftar menu kepada para elder atau yang kelihatan sebagai kepala rombongan terlebih dahulu.
  • Anda dapat memulai menawarkan refreshment terlebih dahulu sebelum mereka mulai memesan makanan utama, yaitu : aneka jus ringan, soft drink ( minuman yang preparasinya hanya 1 menit ) untuk menambah penjualan. Tapi jangan memaksa jika tamu tidak berkenan.
  1. TAKING ORDER
  • Selalu diingat, jadika orang tertua, terbesar, wanita ( jika yang lain pria ) jadi pusat dimeja tersebut untuk acuan urutan pemesanan makanan. Selanjutnya sesuai arah jarum jam untuk orang kedua dan seterusnya agar memudahkan waiter mengingat jenis pesanan makanan tiap tamu yang ada di meja tersebut.
  • Mulailah mencatat pesanan makanan lalu minuman di Captain Order dengan tamu wanita terlebih dahulu diikuti tamu sebelah kirinya dan seterusnya.
  • Berilah sedikit informasi tentang menu yang dipesan tamu a.l.: ukuran porsi, sauce / bumbu yang disajikan, jika tamu bertanya.
  • Tamu diperbolahkan untuk memesan makan yang tidak terdaftar dalam menu atas seijin cook kitchen asal tamu tadi bisa menerangkan secara spesifik tentang cara dan bahan makanan yang akan di pesan dan dibuatkan oleh kitchen.
  • Jika tamu telah selesai memesan, ulangi sekali lagi daftar pesanan yang sudah di sebutkan agar tidak terlupa.
  • Untuk pemesanan makanan Captain Order diberikan ke cook, dan untuk pesanan minuman disebutkan pesanannya untuk dibuatkan di Cold Kitchen.
  1. FOOD AND BEVERAGE SERVING
  • Sambil menunggu makanan selesai, siapkan sendok, garpu, tissue, chop stick dan kelengkapan makan lainnya untuk menu makanan yang dipesan.
  • Biasanya pesanan minuman lebih cepat selesai, maka hidangkan minuman terlebih dahulu.
  • Dalam menyajikan minuman atau makanan ke tamu perlu diperhatikan bahwa makanan disajikan harus dari sebelah kanan tamu yang memesan makanan atau minuman tersebut. Jangan lupa sesuai dengan urutan nomor yang dicatat di CO. Sebaiknya mulailah dari tamu yang tertua / wanita jika makanannya sudah selesai semua.
  • Jangan lupa menyiapkan condiment makanannya seperti : sauce, kecup, sambal, tooth pick dsb.
  • Jika semua makanan sudah tersaji ucapkan salam “ selamat makan “.
  1. CLEAR-UP
  • Jika dalam satu meja makan ada beberapa tamu yang selesai makannya / minumnya di gelasnya sudah habis, angkatlah piring / gelas kotor tadi sebelumnya tanyakan pada tamu ( tetapi jangan menyela pembicaraan jika tamu tersebut sedang dalam pembicaraan ) “ Permisi pak / bu makanannya sudah selesai ? Piring / gelasnya bisa saya bersihkan ?” , jika tamu setuju angkatlah piring dan gelas kotor tadi lewat sebelah kiri tamu yang bersangkutan. Jangan sampai ada remahan yang terjatuh agar meja tetap bersih.
  • Bawalah piring danm gelas kotor tadi langsung ke tempat cuci di dapur. Ini akan sangat efisien karena jumlah piring dan gelas mungkin terbatas jadi bisa cepat digunakan lagi.
  • Bersihkan meja dari remahan dan minyak dengan obat pembersih.
  1. PAYMENT
  • Jika tamu sudah siap membayar billnya, mintalah pada kasir untuk menyiapkan billnya. Lakukan double check lagi atas semua makanan yang dipesan.
  • Masukkan bill tadi dalam buku bill, bawalah kepada tamu yang meminta bill tersebut, karena biasanya yang meminta bill adalah yang membayar.
  • Biarkan sejenak tamu memeriksa tagihan billnya, jika sudah memberikan uangnya, hitunglah dengan cepat dan cermat uangnya agar tidak kurang sebelum meninggalkan tamu tadi.
  • Berikan uang kembalian dengan copy billnya ke tamu tadi sambil ucapkan terimakasih atas kunjungannya

6    FAREWELL GUEST

  • Jika tamu sudah mau pulang dan sudah berdiri dari kursinya
  • Hampiri meja tamu tersebut lalu tariklah kursinya supaya tamunya mudah untuk keluar dari tempat duduknya
  • Ucapkan terimakasih atas kunjungannya
  1. MISE UN PLACE
  • Pastikan semua peralatan makan dan minum serta condimentnya ( sendok, garpu, tooth pick, tray, straw, daftar menu, tissue, sauce, kecap, chop stick, napkin dan lap beserta pembersihnya ) tertata rapi dalam keadaan bersih, spotless di station.
  • Semua kegiatan bersih-bersih ( me-lap piring dan gelas setelah dari pencucian ) dilakukan di dapur.
  • Gunakan uap air panas untuk mencuci gelas serta napkin bersih dan kering untuk me-lapnya. Gelas akan spotless dan tahan lama.
  • Gunakan air panas untuk membersihkan sendok dari logam agar tidak lembab ketika disimpan.
  • Khusus untuk shift II sebelum restaurant tutup diharuskan untuk inventory barang yang digunakan di restaurant, seperti : sendok, garpu, piring, dll. Jangan sampai ada yang kurang jika ada yang kurang buat catatan untuk dilaporkan ke captain F&B service untuk ditindak lanjuti.
  • Selalu mengecek kelengkapan dan kebersihan coffeeshop mulai dari meja,kursi,lanati, curtain ,lampu etc

shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

JOB DESCRIPTION ROOM BOY dan ROOM MAID

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 05/11/2009

JOB DESCRIPTION ROOM BOY & ROOM MAID

Jabatan                                               : Room Boy & Room maid

Atasan Langsung                                : Captain Room Boy & Room Maid

Area kerja                                           : Guest Room, Corridor, & Pantry

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

v      SHIFT 1 ( PAGI )

  • Datang 15 menit sebelum jam kerja dan baca log book jika ada pesan-pesan dari shift yang kemarin./ dengan mengadakan koordinasi untuk mengetahui masalah  yang terjadi dan kendala yang dihadapi saat menjalankan tugas dan apa yang belum dikerjakan agar segera teratasi
  • Mengecek Persiapan sheet / linen, guest supplies, towel dll. yang  telah disiapkan shift 2 / siang ( kemarin ).
  • Mengecek  kamar – kamar yang akan dibersihkan dan membedakan mana tamu yang extant, tamu yang check-out, kamar yang akan direservasi pada hari itu, informasi dari Front Office dengan melihat  Guest List yang sudah diberikan
  • Mengganti sheet, towel dan membersihkan kamar mandi serta melengkapi semua yang ada didalam kamar, menyapu, dusting barang-barang furniture dan mopping / mengepel lantai setelah disapu.
  • Mengecek  Minibar, Towel dan fasilitas hotel yang ada di kamar  jika dapat informasi dari Front Office tamu kamar yang akan check-out pada hari itu. Informasikan juga jika ada barang–barang tamu yang ketinggalan didalam kamar,  dan  tulis pada form  Lost and Found jika ada barang tamu yang tertinggal .
  • Menyapu dan mengepel disekitar lorong-lorong kamar sehabis pembersihan kamar – kamar  yang menggunakan trolly supaya lorong kelihatan bersih.
  • Merapikan setiap Room Boy Station, mengumpulkan sheet dan towel yang kotor dari kamar yang telah selesai dibersihkan tadi pagi.
  • Serah terima dengan shift 2 ( siang ) pemakaian linen, towel dll. di Room Boy, Control Sheet form, Jika ada pesan – pesan / pekerjaan yang belum selesai terlaksana pada hari itu dengan jelas.
  • Melaporkan ke petugas laundry jika ada tamu yang melaundrykan pakaian supaya segera dikerjakan oleh petugas laundry  tsb.
  • Melakukan General Cleaning jika kondisi kamar Low Season, meliputi pembersihan seluruh kamar dan tanaman dikamar mandi.
  • Mengadakan inventory guest supplies, minibar dan linen, pada akhir bulan.
  • Sebelum pulang catat jika ada pesan-pesan untuk shift 2 ( siang ).
  • Melakukan pengecekan sekaligus order barang yang kurang / dibutuhkan House Keeping. Dan akan diambil oleh shift 2.
  • Mengecek  dan melaporkan kerusakan barang-barang pada guest room baik kerusakan oleh tamu maupun tidak.
  • Melakukan penyerahan sekaligus pengecekkan terhadap barang lost and found sekaligus merapikan dan memberikan tanda sesuai dengan list yang ada dengan ketentuan yang berlaku ( jika ada barang tamu yang tertinggal ).
  • Sebelum pulang catat di log book bila da pesan –pesan untuk shif berikutnya

v      SHIFT 2 ( SIANG )

  • Datang 15 Menit sebelum jam kerja dan baca log book jika ada pesan-pesan dari shift 1 ( pagi ).
  • Serah terima dengan shift 1 ( pagi ) pemakaian Linen, Towel, dll. Di Room Boy Control Sheet Form,jika ada pesan-pesan / pekerjaan yang belum selesai dikerjakan pada hari itu.
  • Melanjutkan pekerjaan dari shift 1 ( pagi ) yang belum selesai dikerjakan.
  • Mengangkat dan menaruh sheet yang kotor ke petugas laundry agar segera dikerjakan untuk pencucian sheet, towel dll.
  • Melengkapi kebutuhan kamar-kamar yang belum dilengkapi / sesuatu barang yang ada di kamar belum ada, misalnya melengkapi towel-towel dsb dari laundry.
  • Merapikan room boy station dan trolley setiap section.
  • Mengambil kebutuhan House Keeping yang sudah di order oleh shift 1 ( pagi ) di gudang Purchasing.
  • Menyiapkan perlengkapan untuk shift 1 ( pagi ) sheet, towel, minibar,guest supliest. Di Room Boy Control Sheet form dan peralatannya.
  • Sweeping dan mopping area coridor kamar lantai 1,2,3 agar kelihatan selalu tampak bersih.
  • Loby dushter lorong depan kamar / koridor lt.1,2,3 dan mengepel lantai agar kelihatan tampak bersih
  • Stand-by di room boy station jika ada tamu yang membutuhkan permintaan-permintaan.
  • Melakukan general cleaning jika kondisi kamar low season, meliputi pembersihan keseluruhan kamar dan tanaman di kamar mandi.
  • Sebelum pulang catat jika ada pesan-pesan buat shift 1 ( pagi ) denga jelas.
  • Melakukan penjumlahan penggunaan / pengembalian barang dalam satu hari pada Room Boy Control Sheet form serta serah terima dengan tanda tangan pada shift 1 & 2.
  • Menjaga kebersihan pada setiap areal kerjanya sebelum meninggalkan tugas seperti trolley, coridor, RBS dan pesan-pesan yang akan disampaikan.( lebih teliti lagi ).
  • Ikut dalam menjaga keamanan areal kerja terutama jika ada satu department yang tidak sedang bertugas / libur atau membutuhkan bantuan.
  • Mengirim laundry tamu ke kamar ( bila ada tamu yang melaundrykan pakaiannya  ) yang sudah dilaporkan oleh shift sebelumnya.
  • Sebelum pulang catat pesan di log book mungkin ada pesan buat shift berikutnya

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

ROOM BOY & ROOM MAID

MAKING BED /  MERAPIKAN TEMPAT TIDUR

  • Make-up room ( making bed ) mengganti sheet & towel-towel yang kotor yang habis dipakai dengan yang bersih/ baru
  1. Sheet Pertama   : Ditebarkan semua sampai ke daerah head board                                                              Lalu dilipat ke dalam untuk menutup matrasnya.
  2. Sheet Kedua      : Ditebarkan semua sampai ke tepi atas daerah head board.
  3. Blanket : Ditebarkan di atas sheet yang kedua sebatas dada .
  4. Sheet Ketiga      : Ditebarkan diatas posisi blanket sampai ujung atas head

board lalu tekuk sheet kedua dan sheet ketiga, lipat menjadi dua lalu masukkan ke tiap sisinya sedemikian rupa sehingga menjadi kelihatan rapi lipatan-lipatan sheet yang telah terpasang

5.         Lipat sheet kedua dan ketiga bersamaan menjadi dua lipatan sampai batas

Dada orang dewasa, kemudian masukkan sisi kanan-kiri sheet ke dalam serta tarik dengan kuat agar kelihatan rapi ,diujung kaki sheet juga ditarik kemudian dimasukkan ke dalam matras.

6               Masukkan pillow kedalam sarungnya kemudian taruh diatas bed yang

sudah dibersihkan sebatas ukuran kepala orang dewasa.

DUSHTING

.

  • Angkat jenis barang-barang yang  ada diatas meja, kemudian bersihkan dengan menggunakan soft cloth lalu berikan chemical yang sudah ditentukan, gosok dan usap ke bagian yang dibersihkan setelah selesai kembalikan barang tersebut diatas meja seperti ke posisi semula
  • Dusting semua pintu ruang kamar , jendela, lemari,meja TV dan semua kabinet ,kulkas,standing lamp dan lukisan

PEMBERSIHAN KAMAR MANDI

  • Basahilah lantai dan dinding kamar mandi terlebih dahulu dengan air kemudian beri chemical yang sudah ditentukan lalu sikat sampai bersih kemudian bilas lagi dengan air dan dikeringkan dengan menggunakan kanebo
  • Untuk wastafel basahi dengan air lalu beri chemical yang sudah ditentukan dengan disikat sampai bersih kemudian bilas lagi dengan air dan dikeringkan dengan menggunakan kanebo
  • Untuk membersihkan kaca , semprotkan glass cleaner lalu usap dengan squizer dan keringkan dengan soft cloth / kanebo.
  • Membersihkankerak air yang ada di closed basahi dengan air lalu beri chemical yang sudah ditentukan dan digosok menggunakan toilet bowl brush sampai bersih kemudian bilas lagi dengan air dan dikeringkan dengan menggunakan kanebo
  • Membersihkan tangki closed yang mungkin kotor didalamnya.

MOPPING / MENGEPEL

  • Ambil  stik dan kain pel yang sudah dibasahi air dengan chemical yang sudah ditentukan lalu diperas terlebih dahulu dengan menggunakan alat pemeras yang sudah ada, lakukan demikian untuk mengepel lantai agar debu bisa terangkat dengan kain pel tersebut setelah lantainya tersebut di sapu terlebih dahulu
  • Dan terakhir semprotkan bayfresh agar seluruh ruangan kamar udaranya lebih segar

PELETAKAN TOWEL-TOWEL

  • Ambilah handuk buka lebar dan lipat menjadi 3 lipatan memanjang, kemudian tekuk ke dalam menjadi 2 lipatan lagi dan tekuk sekali lagi, kemudian taruh towel tsb ke rack towel yang ada di belakang pintu kamar mandi.
  • Ambilah towel buka lebar dan lipat menjadi 3 lipatan memanjang, kemudian masukan hand towel tersebut ke ring hand towel yang ada di tiap sebelah pintu masuk kamar mandi.
  • Ambilah bath mad buka lebar dan lipat menjadi 3 lipatan memanjang, kemudian taruh bath mad tersebut di atas wastafel kamar mandi.

PELETAKAN GUEST SUPLIEST

  • Untuk urutan peletakan guest supliest : sabun kemasan kotak urutan pertama, kemudian toothbrush & pasta kemasan kotak urutan  kedua, kemudian shampoo sached 2 lembar urutan ke 3 dan disposalbag urutan ke 4. semuanya ditempatkan di keranjang anyaman rotan yang bersebelahan dengan pot bunga dari batu, semuanya di atas tatakan dari batu dengan posisi miring/ serong sebelah kiri / kanan wastafel yang disesuaikan dengan posisi kamar mandi.

PELETAKAN AIR MINUM / VIT BOTOL

  • Untuk lantai 1 : Peletakan Vit botol ( complimentary ) posisi berada di belakang, 2 gelas minum serta ada opener botol berada di atas nampan plastik semuanya itu peletakannya berada di atas meja kursi living room.
  • Untuk lantai 2 : Peletakan Vit botol ( complimentary ) posisi berada di belakang 2 gelas minum dan bersebelahan dengan termos air panas atau dingin serta ada opener botol berada di atas nampan plastik semuanya itu peletakkannya berada di atas meja kursi living room.
  • Untuk lantai 3 : Peletakan Vit botol ( complimentary ) posisi berada di samping / di luar , 2 gelas minum posisi miring / serong tetapi posisi 2 gelas dan termos air panas / dingin berada di atas nampan plastik semuanya itu peletakannya berada di atas meja kursi living room.

PELETAKAN SANDAL, HANGER & LAUNDRY  BAG

  • Untuk peletakan sandal hotel ( sleeper ) di posisi rak lemari pakaian paling bawah diatasnya tempat untuk hanger pakaian.
  • Untuk semua hanger yang ada di dalam almari masing-masing 5 pcs.
  • Untuk peletakan Laundry Bag diposisi tengah / bagian tengah diatasnya laci dalam almari.

PELETAKAN TELEPHONE DIRECTORY, MENU ROOM SERVICE, REMOTE AC,TV.

  • Urutan pertama pesawat telephone disebelah sisi kiri dan sebelahnya menu room service & sebelahnya telp directory dan dibawahnya ada remote TV,AC.

PELETAKAN MINI BAR

  • Jumlah mini bar kita ada 9 macam : Sprite 1, Fanta 1, Fresh Tea 1, Fruit Tea 1, Teb’s / Joy Tea 1, Sosro Tea 1, Coca Cola 1, Aqua Botol 2.
  • Untuk peletakan 2 Aqua Botol & 1 Botol soft drink, posisi miring / tidur yang ada di tatakan plastic di dalamnya Refrigerator / kulkas.
  • Untuk peletakan 7 botol soft drink lainnya, posisi berdiri / berjajar di dalam rak Refrigerator / kulkas.

STATUS VACANT DIRTY ( CHECK – OUT )

  • Kamar dinyatakan Vacant Dirty bila pihak HK ( Room ) sudah dapat informasi dari FO, bahwa kamar nomor sekian sudah Check-Out / kamar sudah kosong tidak ada tamunya tetapi kondisi kamar masih kotor.
  • Pihak HK ( Room ) segera memeriksa Mini Bar dan barang – barang milik GH – UB, sebelum tamunya sampai di Reception melakukan pembayaran / sesegera mungkin. Bisa dilakukan kerjasama dengan pihak Bell Boy / Security  untuk pengecekan  Mini Bar / lain-lain, jika posisi Room Boy / Maid sedang sibuk.
  • Laporkan langsung ke Front Office, jika tamu tersebut mengkonsumsi salah satu Mini Bar yang ada di dalam kamar.
  • Setelah semua aman segera di make-up kamarnya dan dibereskan sesuai degan SOP yang sudah ada.

STATUS VACANT CLEAN

  • Setelah kamar sudah dibersihkan yang  dimulai dari membersihkan kamar mandi, mengganti sheet, towel, dan melengkapi guest supliest dan terakhir dusting dan mopping dan sudah dikontrol oleh Captain HK, maka kamar tersebut siap dijual atau dinyatakan  vacant clean.
  • Bila kamar tersebut belum terjual selama satu hari atau lebih, maka Room Boy / Maid wajib mengontrol kembali untuk di dushting kamar tersebut dan memeriksa kembali fasilitas-fasilitas yang belum ada / belum lengkap.
  • Bila kamar tersebut akan ada tamu yang Check-in maka pihak Room Boy / Maid wajib menyemprot dengan Bay Fresh terlebih dahulu sebelum tamunya datang.

STATUS KAMAR OUT OFF ORDER

  • Kamar dinyatakan Out Off Order jika kamar tersebut di perbaiki / Under Repair atau ada fasilitas yang rusak, sehingga kamar tersebut tidak layak untuk di jual.
  • Yang berhak menyatakan kamar tersebut kondidi Out Off Order adalah Hotel Coordinator, setelah ada laporan dari HK Captain.
  • Kamar yang benar-benar Out Off order wajib dilaporkan pada FO agar tidak dijual dan diberi tanda merah di register rack milik FO, untuk menyatakan bahwa kamar tersebut benar-benar rusak / sedang diperbaiki.
  • Jangka waktu kamar Out Off Order untuk menjadi Vacant sesuai dengan keadaan cepat atau lamanya masa perbaikan.
  • Setelah perbaikan selesai, maka pihak Room Boy / Maid harus membersihkan kamar yang sudah selesai dengan General Cleaning agar kamar tersebut  benar-benar bersih dan siap untuk di jual.

GENERAL CLEANING

  • Melakukan General Cleaning jika kondisi kamar Low Season, meliputi pembersihan keseluruhan kamar dan tanaman yang ada di kamar mandi.
  • Membersihkan sarang laba-laba di setiap sudut kamar dengan menggunakan Cheiling Broom yang sudah ada.

PROSEDUR LOST AND FOUND

PROSEDUR PENEMUAN

  • Semua barang-barang yang ditemukan di kamar saat tamu sudah Check-Out adalah sebagai barang yang masih menjadi milik tamu tersebut.
  • Room Boy / Maid  yang menemukan barang tersebut di haruskan untuk mencatat pada Form Lost and Found yang sudah disediakan dan dilaporkan ke Front Office.
  • Setelah dicatat dan di bungkus, barang tersebut ditaruh di tempat yang sudah di tentukan sampai batas waktunya.
  • Bila barang tersebut  tidak di ambil oleh tamu yang kehilangan barang tersebut selama kurang lebih tiga bulan maka   Room Boy / Maid yang menemukan barang tersebut bisa mengambilnya.

PROSEDUR KEHILANGAN

  • Bila tamu kamar Check-Out atas laporan dari FO dan di cek oleh Room Boy / Maid, ada barang hotel yang hilang, maka pihak HK harus segera  melaporkan ke FO untuk memberitahukan kehilangan barang tersebut sesegera mungkin setelah tamunya tiba di FO untuk melakukan tagihan kamar.
  • Pastikan lagi barang tersebut benar-benar tidak ada dan memang hilang dari tempatnya untuk menghindari salah taruh / salah letak.
  • Pihak FO akan menanyakan langsung kepada tamu tersebut dan bila memang benar-benar dibawa tamunya , maka pihak FO akan meminta barangnya untuk dikembalikan atau di charge / ganti rugi sesuai dengan harga barang tersebut.

PENGIRIMAN LAUNDRY

LAUNDRY LAROSA

  • Mengumpulkan semua jenis Bath Towel, Pillow Case, Hand Towel lalu ditimbang dulu untuk mengetahui berapa jumlah kilonya.
  • Cucian yang sudah dikumpulkan tadi kemudian di kemas dan dikirim dengan menggunakan sepeda motor atau mobil GH-UB
  • Catat terlebih dahulu sebelum dikirim berapa jumlah barang tersebut untuk nantinya kalau sudah bersih biar bisa dibagi ke tiap lemari RBS lantai 1, 2, 3

LAUNDRY WIRANAS

  • Catat terlebih dahulu dengan petugas Laundry sebelum dikirim berapa jumlah barang tersebut, misal : Bath Mad dan semua sheet double / single untuk nantinya kalau sudah bersih biar bisa dibagi ke tiap lemari RBS 1, 2, 3.
  • Untuk laundry tamu, catat lebih dulu jenis pakaian tamu dengan petugas laundry, bisa di laundry atau di dry clean dan dari kamar berapa, yang kemudian disalin dibuatkan nota untuk tamunya, dan nota tersebut diberikan kepada FO yang nantinya akan ditagihkan jika pemakaian tamu tersebut sudah jadi.

PENERIMAAN LAUNDRY

  • Cek semua barang-barang dari laundry larosa / wiranas, sesuai dengan catatan kemarin sewaktu pengiriman.
  • Jika sudah cocok bagi-bagikan ke setiap RBS lantai 1, 2, 3 dengan catatan kemarin.
  • Kirim segera laundry tamu yang sudah jadi ke kamar nomor berapa di mana tamu tersebut melaundrykannya kemarin.

VARIETY

  • Membantu inventory akhir bulan semua barang-barang HK
  • Membantu Houseman, F & B jika ada event, jika pekerjaan yang utama sudah diselesaikan terlebih dahulu.
  • Bekerja  lembur jika pekerjaan belum selesai / permintaan dari management dan jam lembur harus sepengetahuan supervisor / management.

shareSocial Bookmarking

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

JOB DESCRIPTION RECEPTION FRONT OFFICE

Ditulis oleh Agus Setiyawan di/pada 05/11/2009

JOB DESCRIPTION RECEPTION FRONT OFFICE 

Jabatan                                  : Reception Front Office

Atasan Langsung                   : FO & Marketing Captain

Area kerja                              : Front desk counter lobby

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

 

  • Bacalah log book sebelum Anda memulai pekerjaan Anda. Mintalah reception shift terakhir untuk menerangkan sesuatu yang ditulisnya di log book tadi dengan jelas, karena log book adalah sarana informasi berantai diantara karyawan dalam satu bagian departemen.
  • Hadir di briefing sebelum bekerja di reception. Catat semua informasi yang berkaitan dengan tamu, event, VIP guest, meeting arrangement, dsb.
  • Berilah penugasan untuk setiap peserta training pada masing-masing bagian dan jelaskan jika ada sesuatu terjadi diluar kemampuan mereka, maka hubungilah reception.
  • Melayani proses check-in, check-out, kasir, night auditor, telephone operator dan reservation.
  • Meng-update reservasi setiap harinya.
  • Membuat laporan keuangan harian / balancing.
  • Posting room charge, food & beverage, miscellaneous, laundry, dll. setiap malam untuk night shift sekaligus night auditing.
  • Membuat forecast occupancy dan forecast revenue per minggu sebagai prediksi tingkat hunian ataupun pendapatan.
  • Membuat guest history  dan data kunjungan wisatawan
  • Memberikan pelatihan on job training pada peserta training sekaligus pengawasannya ( supervisor only ).
  • Menjaga kerapian dan kebersihan area kerja.
  • Menerima reservasi kamar baik melalui telephone atau secara langsung dan disimpan dalam file dengan baik.
  • Berkoordinasi dengan housekeeping (Room Boy/Room Maid) mengenai kondisi / status kamar.
  • Membuat laporan kejadian perhari dalam log book untuk diteruskan pada shift selanjutnya.

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE RECEPTION

  1. CHECK-IN :
  • Senyum dan sapalah tamu dengan sopan sesuai dengan standard service dan keadaan hari. Tanyakan apakah tamu sudah melakukan reservasi sebelumnya. (“Selamat pagi ( siang, sore atau malam ), selamat datang di Guest house Brawijaya. Ada yang bisa kami bantu ? apakah bapak  / ibu sudah melakukan reservasi (pemesanan kamar) sebelumnya ?)
  • Berikan daftar harga kamar dan terangkan semua fasilitas di kamar tersebut dengan singkat dan jelas.  
  • Jika tamu tersebut sudah sering menginap di Guest House ini, sapalah tamu dengan menyebutkan namanya dan berikan kamar favoritnya.
  • Mintalah tanda pengenal tamu untuk diisikan pada Registration Card, isilah dengan lengkap seperti nama, alamat lengkap, no.KTP atau identitas lainnya (SIM), nomor telephone / ponsel, serta mintalah tanda tangan,  untuk kapasitas kamar max 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak dibawah usia 10 tahun. Sebagai catatan, catat dengan siapa tamu tadi masuk kamar (pria/wanita) jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, minimal kita puya informasi sedikit untuk membantu pihak yang berwenang. Apabila tamu yang menginap sepasang laki-laki dan perempuan, tanyakan KTP mereka. Apakah merka pasangan resmi atau bukan dengan cara mencocokkan alamat mereka. Apabila tidak cocok, beri mereka pengertian bahwa mereka tidak dapat menginap dalam satu kamar.
  • Buatkan Breakfast Voucher sesuai jumlah tamu yang ada di kamar tersebut.
  • Breakfast Voucher diberikan setiap hari, voucher hari pertama diberikan pada waktu check in, untuk hari selanjutnya diberikan oleh petugas FO shift 2 dibantu bellman.
  • Mintalah pembayaran atas kamar sesuai dengan lama tamu menginap atau deposit minimal untuk 1 malam. Buatkan Cash Receipt dan berikan slip yang asli (putih ) ke tamu, kuning diletakkan di guest bill rack dan merah muda untuk laporan FO Cash Report.
  • Khusus untuk wisuda atau high season yang ditetapkan oleh manajement disc. kamar atau corporate rate tidak berlaku dan setiap tamu diminta DP full untuk 1 malam dan jangan meminta DP apabila tanggal wisuda belum ada kepastian. (meng-antisipasi complain apabila tanggal wisuda berubah dan tanggal yang diinginkan kamar sudah penuh).
  • Menaruh uang deposit tadi dalam laci dan dikunci untuk report ke income audit sebagai pendapatan  hari itu.
  • Jika proses selesai mintalah Bellman / security untuk mengantar tamu ke kamar dan ucapkan salam “ Terima kasih pak / bu. Selamat beristirahat
  • Informasikan ke HK bahwa tamu telah masuk, baik itu tamu reserved maupun tamu walk in dan informasikan juga apabila kamar tersebut memakai extra bed atau extra pax karena ada beberapa tambahan fasilitas untuk kondisi tersebut.
  • Setelah proses registrasi selesai dan tamu menuju kamar, informasikan ke F&B untuk fruit basket (superior&deluxe).

Untuk kondisi tertentu,

ü      F&B sibuk, Mencatat kamar-kamar yang sudah masuk baru setelah situasi sepi kita beritahukan ke F&B.

ü      Check in malam, kita catat di log book kamar yang belum diberi fruit basket agar keesokan harinya FO shift 1, bisa memberitahukan ke F&B.

  • Catatlah di Guest List nama tamu, jumlah pax,  check in, check out,  rate, dan keterangan lain yang perlu dicatat.
  • Buka bill di Guest Invoice lengkapi dengan guest name, room, rate, arrival, departure kemudian  dilanjutkan ke Night Audit untuk posting room, deposit dll.  
  • Masukkan Registration Card, Guest Invoice, Cash Receipt untuk deposit dan KTP ke dalam Guest Bill Rack sesuai nomor kamarnya. 

 

  1. CHECK-OUT :
  • Senyum dan sapalah tamu dengan sopan sesuai dengan standard service, tanyakan ke Restaurant ( Coffee Shop ) dan Mini bar ( House Keeping / Room Boy dan Room Maid ) apakah masih ada pemakaian yang dibebankan ke tagihan kamar yang belum diserahkan ke FO. 
  • Siapkan Guest Invoice tamu, terlebih dahulu di cek semua tagihan dalam Guest Invoice tersebut dan konfirmasikan dengan tamu sambil memberitahukan jumlah total yang harus dibayarkan setelah dipotong dengan deposit (jika ada deposit).
  • Salinan asli Guest Invoice itu diberikan ke tamu dan buatkan Cash Receipt sebagai tanda bahwa tamu tersebut membayar dengan uang tunai, apabila membayar dengan  kartu kredit informasikan ke tamu bahwa ditambahkan charge 2.5 % kemudian kita buatkan Miscellaneous Charge, dan apabila tagihan tamu tersebut dibayarkan oleh pihak lain / lembaga (Company Account) maka tamu tersebut hanya diminta tanda tangan saja. Lalu sertakan semua supporting billnya dan taruh dalam laci kasir FO untuk dilanjutkan oleh Night Audit maupun income audit.
  • Jika ada refund yaitu deposit tamu lebih besar dari total yang harus dibayarkan maka harus dibuatkan Paid Out Voucher / Refund dan harus ditanda tangani oleh tamu  maupun supervisor.
  • Setelah selesai, re-cek kembali agar tidak ada yang tertinggal di FO counter (I.D tamu, barang titipan tamu dan sebagainya. Lalu ucapkan salam “ Terima kasih Pak / Bu, selamat jalan sampai bertemu lagi “.
  • Kumpulkan dan taruh dengan baik bill copy tadi untuk report ke Night Audit kemudian dilaporkan ke Income Audit.
  • Hubungi housekeeping (Room Boy/Room Maid) agar segera membersihkan kamar tadi untuk bisa segera dijual.
  • Kamar yang sudah dibersihkan house keeping dan dinyatakan vacant langsung diganti dengan tanda yang berada di room rack sesuai dengan status kamar.
  1. REPORT :
  • Siapkan FO Cash Report, isi tanggal, nama karyawan dan shiftnya. 
  • Isilah total pendapatan hari itu dengan melengkapi tabel yang sudah ada, yaitu Cash Receipt (C.R No.), Room, Name, serta pendapatan ditulis di kolom transient untuk pembayaran tunai dan deposit untuk hari ini, sedangkan kolom city account untuk pembayaran deposit hari yang akan datang serta pembayaran C/L (City Ledger), sedangkan amount untuk setiap transaksi. 
  • Income (Received) dikurangi Paid Out adalah total transaksi (Nett). 
  • Jika House Bank kurang karena banyaknya Paid Out dan jumlah pendapatan sedikit mintalah Reimbursement ke Income Audit sebesar kekurangannya dan sesuai catatan Paid Outnya.
  • Semua report transaksi di catat dalam sebuah buku report untuk handling over dengan shift selanjutnya.

  1. FORMS :
  • Cash Receipt. Jika menerima deposit dalam bentuk uang tunai untuk pembayaran kamar atau other charge ketika tamu check-in maka yang harus diisi adalah : Nama tamu, Nomor kamar, Tanggal, dan Jumlah uangnya. Lalu berikan slip aslinya kepada tamu dan katakan jangan sampai hilang karena ketika check-out akan diminta kembali form tersebut. Jika deposit tersebut diberikan untuk hari yang akan datang, maka slip tersebut akan diminta waktu tamu check in.
  • Paid Out. Jika pada saat check-out tagihan tamu jumlahnya lebih kecil dari depositnya maka kita harus mengembalikan uang sebesar selisihnya dengan menggunakan Paid Out Voucher yang harus diisi sebagai berikut : nama tamu, nomor kamar, jumlah uang selisihnya, tanggal, tanda tangan manager, tanda tangan kasir dan tamu. Dan pada saat report, paid out ini akan disertakan dalam FO Cash Report sebagai bagian dari transaksi pada hari itu.
  • Miscellaneous Charge. Jika tamu ingin membeli sesuatu atau mengganti sesuatu barang yang dia hilangkan misalnya : handuk, sendok, asbak dll. Maka harus dibuatkan di form ini, prosedurnya sama denga form diatas, isilah nama tamu tersebut, nomor kamar, tanggal, jenis miscellaneous-nya, biaya pengganti dan tanda tangan tamu tersebut.

  1. RESERVATION :
  • Saat menerima telephone dari luar Guest House UB gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta jelas dalam pengucapannya. “ Brawijaya Guest House selamat pagi (tergantung waktunya) dengan Iwan (tergantung siapa yang menerima) ada yang bisa dibantu ?” atau “Brawijaya Guest House, good morning (depend on situation).This is Iwan speaking (depend on who’s receive the phone), how may I help you ?”
  • Semua pemesanan kamar baik lewat telephone atau walk-in, harus dicatat dalam Reservation Form. Kecuali reserved untuk hari ini cukup ditulis di EA (Expected Arrival).
  • Dengan urutan : tanggal check in dan check out, nama tamu, no. telephone, jenis kamar, jumlah kamar, nama orang yang melakukan reservasi, no telephone orang yang melakukan reservasi, serta metode pembayaran,  P/A (personal account)  atau pembayaran dibebankan ke  perusahaan (Company Account) selanjutnya diulang kembali reservasi tersebut sebelum ditutup dengan salam “ Terima kasih pak / Bu atas reservasinya, kami tunggu kedatangannya “.
  • Form reservasi tadi diberi nomor urut kemudian dimasukan/di blok dalam reservation chart sesuai dengan tanggal check in.
  • Setiap hari receptionist harus meng-update / upgrade reservasi jangan sampai ada yang terlewat ataupun double booking.
  • Semua informasi yang berkaitan dengan kedatangan tamu, event, VIP guest, meeting arrangement, dsb hendaknya dicatat dalam reservation form untuk memudahkan petugas FO yang lain apabila ada perubahan reservasi serta tambahkan keterangan nomor kamar atau Don’t Move apabila tamu tersebut menginginkan kamar khusus atau tidak mau dipindah.

  1. VARIETY :
  • Semua Incoming Call akan di handle oleh receptionist dibantu oleh peserta On Job Training, lakukan sesuai dengan standard service.
  • Jika ada Incoming Call mencari seorang tamu yang sedang berada di lobby atau restaurant, catat nama tamunya tulis di message form dan mintalah bellman untuk berkeliling di restaurant atau sekitar lobby mencari nama orang yang dimaksud lalu sampaikan bahwa ada telephone menunggu di reception.
  • Untuk penitipan baggage, buatlah satu buku baggage traffic dan buatlah kolom tanggal, nama tamu, no.kamar, banyaknya baggage, warnanya, dan taruh barang dalam baggage room. Buatlah juga baggage form untuk tanda terima tamunya.
  • Posting room charge setiap pukul 00.00 untuk room occupied dan posting Food & Beverage setelah jam tutup restaurant di dalam satu laporan yang akan diserahkan ke Income auditor.
  • Untuk Night Auditor, pengerjaan Night Audit  diharuskan benar dalam satu (1) hari tersebut. Apabila ada kesalahan dalam hal pengerjaan maka Night Audit  wajib membenarkan sebelum pulang. Waktu yang dipergunakan tidak termasuk dalam OT (Over Time).
  • Jam check in 13.00 dan check out 12.00 , check out max. jam 13.00 dan toleransi sampe jam 14.00 (apabila tidak ada reservasi). late check out 14.00 s/d 18.00 dikenakan charge 50% dari harga full, diatas jam 18.00 full charge. Untuk check in dini hari 01.00-05.00 dikenakan charge early check in 50% dari harga full (untuk walk in guest).

Catatan : fleksibel disesuaiakan dengan occupancy kamar

  • Standard pembersihan kamar (make up room) setiap hari 1x bagi yang exstand, berarti untuk kamar check out kamar tidak dibersihkan dan apabila tamu tiba-tiba minta exstand, informasikan ke HK buat make up room.
  • Untuk early check in atau late check out kamar tetap dibersihkan tetapi tawarkan dulu ke tamunya, kamar mau dibersihkan atau tidak baru informasikan ke HK.
  • Penggunaan Credit Card atau Debit Card dikenakan tambahan charge 2.5 %, dan settlement dilakukan oleh petugas shift 3.

  • Persiapan pagi
  1. Log book
  2. Peralatan kerja
  3. Area reception
  4. Daftar cek
  5. Daftar kedatangan yang diharapkan . ( Expected Arrival & Departure )
  • Persiapan Rincian kedatangan
  1. Perseorangan
  2. Kelompok
  3. VIP
  • Rincian yang harus diperiksa ulang :
  1. Keadaan kamar yang dipesan
  2. Waktu kedatangan
  3. Pengaturan pembayaran
  4. Permintaan khusus
  • Daftar Distribusi kedatangan  ( Expected arrival  dan Event Order )

harus didistribusikan pada :

  1. GM / Hotel Coordinator
  2. House keeping
  3. F&B
  4. Income Audit /Accounting
  5. Cost Control
  6. FO
  • Procedure untuk pemesanan dan penetapan kamar
  1. Memeriksa daftar rencana kedatangan
  2. Menyiapkan kamar sesuai dengan pemesanan
  3. Meng-Indentifikasi kamar – kamar yang telah dipesan dalam rak kamar
  4. Menyiapkan kunci – kunci kamar sesuai dengan kamar yang telah dipesan
  5. Menyiapkan kartu registrasi ( pra – registrasi )
  6. Memeriksa permintaan khusus.
  • Menyambut tamu : ( Check in )
  1. Menyapa tamu
  2. Menawarkan bantuan
  3. Menanyakan apakah tamu telah membuat pemesanan
  4. Menanyakan nama tamu dan memeriksanya dalam daftar rencana kedatangan tamu.
  • Mengkonfirmasi pemesanan  :
  1. Pemesan yang dapat dihubungi ( Contact person )
  2. Jenis kamar
  3. Lama tinggal
  4. Pembayaran
  5. Permintaan khusus.
  • Tehnik Up selling.
  1. Mempunyai pengetahuan mengenai product hotel
  2. Menawarkan dan menjelaskan fasilitas hotel
  3. Memberikan tamu mengenai tambahan fasilitas yang tersedia
  4. menunjukan kamar dan berbagai fasilitasnya.
  • Check in tamu tanpa pemesanan ( walk in guest )
  1. Sapalah tamu dengan ramah dan sopan
  2. Menawarkan bantuan
  3. Periksa pada expected arrival apa tamunya telah membuat pemesanan.
  4. Menerapkan standar tehnik up selling
  5. Menentukan kamar yang akan digunakan
  6. Lengkapi kartu registrasi
  7. Mengambilkan kunci tamu
  8. meminta bell man untuk mengantarkan tamu
  9. Ucapkan sapaan misalnya “ Selamat beristirahat “
  10. Buka rekening tamu ( Open the bill )
  • Penjelasan fasilitas – fasilitas tambahan :
    • Drug store
    • Mini bar
    • Room Service
    • Internet Hot Spot
  1. Yang termasuk fasilitas tambahan :
  • Mempersiapkan rekening penunjang .

Sewaktu tamu check out , semua rekening harus dicari dan diperiksa dari

bagian – bagian berikut :

  1. Coffee shop & Room service
  2. Mini bar
  3. Laundry
  4. Mini shop
  5. Telephone / Fax
  • Memeriksa ketetapan rekening.
  1. Munculkan Guest Bill atau Guest Invoice ( harga kamar ,DP )
  2. Memeriksa rekening dari outlet ( restaurant , mini bar , drug store ,room service, laundry , telephone )
  3. Memeriksa jumlah akhir.
  • Check out cepat ( Day Use).
  1. Tamu telah memberi informasi mengenai waktu check out dan system pembayaran.
  2. Menyiapkan rekening tamu
  3. Menyiapkan seluruh rekening penunjang
  4. Memanggil bell man untuk menangani barang bawaan tamu.
  5. Informasikan kepada department lain yang membutuhkan informasi mengenai keberangkatan tamu tersebut.( jam check out & pesanan khusus )
  • Prosedur check out kelompok
  1. Memeriksa rencana kepulangan yang di jadwalkan
  2. Menyelesaikan langsung dengan pimpinan kelompok
  3. Informasikan kepada bell man untuk menangani barang – barang bawaan tamu.
  4. Menyiapkan rekening utama ( Rincian Biaya )
  5. Mengumpulkan semua bill penunjang
  6. Mengatur pembayaran ( Charge / guarantie / tenggang waktu )
  7. Mengumpulkan kunci – kunci kamar
  8. Ucapkan salam perpisahan dan terimakasih atas kedatangan dan kepercayaanya .
  • Jenis jenis catatan data front office : ( laporan  Supervisor )
  1. Data tamu ( Guest history )
  2. Rata – rata lama menginap
  3. Rata – rata tarif kamar ( Average room rate )
  4. Forecast Room Occupancy
  5. Forecast Room Revenue
  6. Pendapatan kamar.
  7. Tamu Individual
  8. Tamu Group atau agent
  9. Pujian atau Penghargaan dan Complain / keluhan tamu.
  • Prosedur penggantian kamar ( jika ex stand atau Complain)
  1. Menanyakan pada tamu jenis kamar apa yang diinginkan oleh tamu.
  2. Memeriksa kamar yang tersedia
  3. Memeriksa kamar yang siap huni
  4. Minta bell man untuk memindahkan barang tamu
  5. Pindahkan bill ke posisi kamar baru.
  6. Informasikan ke bagian lain ( HK & FB )
  7. Memastikan bahwa kunci kamar lama telah diserahkan ke FO.
  • Ketidak munculan Tamu ( No – show )
  1. Mengecek tanggal check in . tanyakan rencana kedatangan
  2. Menghubungi orang yang melakukan pemesanan
  3. Menanyakan pada pemesan, mengapa kamarnya tidak digunakan
  4. Mengingatkan kepada pemesan bahwa tamu yang tidak muncul ( no – show ) akan dikenakan biaya 50% dari tarif kamar, atau 100% bagi tamu rombongan, karena standard cancellation maksimal satu hari sebelumnya atau sesuai dengan surat perjanjian.

JOB DESCRIPTION & STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

NIGTH AUDIT

Tugas & tanggung jawab :

  • Membaca log book jika mungkin ada pesan-pesan dari shift sebelumnya mengenai tamu-tamu reservasi yang belum datang serta tamu-tamu yang menggunakan layanan wake-up call.
  • Menjaga kelancaran operasional front office di malam hari ( reception & telephone operator ) dan melakukan tugas night audit.
  • Job breakdown :
  1. Menerima tamu yang melakukan check in pada malam hari, dengan prosedur yang ada. Apabila tamu tersebut datang kurang dari pukul 00.00 WIB dan NA work sheet belum selesai dikerjakan, maka tamu tersebut dimasukkan pada active bill malam itu. Apabila tamu melakukan check in lebih dari pukul 00.00 WIB atau dini hari dan NA work sheet sudah selesai dikerjakan, maka tamu tersebut bisa dimasukkan pada laporan besok dianggap sebagai Day Use untuk 1 malam pertama.(Usahakan mengerjakan NA work sheet dini hari, untuk mengantisipasi tamu yang melakukan check in malam hari ).
  2. Tamu Walk-In yang datang lebih awal atau dini hari termasuk dalam early check in dan dikenakan charge 50%. Sedangkan untuk tamu yang check out lebih dari waktu yang sudah ditentukan (13.00-18.00) kenakan late check out atau charge 50% dan apabila tamu check out diatas pukul  18.00 full charge (100%).
  3. Me-recheck total penjualan dari masing-masing outlet sesuai dengan summary maupun list voucher yang ada.
  4. Melakukan balancing / penjumlahan serta pengecekkan bill-bill dari outlet lain yang masuk pada bill kamar (active bill) pada hari itu.
  5. Membuat / mengisi Guest List, early check in atapun late check out untuk dimasukan dalam Day Use
  6. Membuat / mengisi Expected Arrival List.
  7. Mengerjakan NA work sheet berdasarkan :
    • Active Bill
    • Paid Bill
    • Cash Sales
    • City Ledger
  8. Cross rekap sales dengan NA work sheet harus balance.( Penjumlahan dari kolom previous sampai dengan kolom debet lalu dikurangi dengan kolom credit sampai kolom paid, hasilnya harus sama dengan total dari penjumlahan kolom active Bill, Paid Bill, Cash Sales, City Ledger.
  9. Mengkopi Guest List untuk didistribusikan ke Hotel Co’, Accounting, House keeping dan F&B Service.
  10. NA work sheet dan data pendukungnya diserahkan ke income audit.
  11. Mengisi log book jika ada pesan-pesan penting yang harus disampaikan ke shift yang berikutnya.

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan | Bertanda: , | Leave a Comment »